Permintaan Tinggi, Sritek Kembali Buka Pesanan Masker Non Medis

Ilustrasi | Foto: net

JoSS, JAKARTA – PT Sri Rejeki Isman Tbk alias Sritek mulai membuka layanan pemesanan masker non-medis pada Senin pagi, 23 Maret 2020 pukul 08.00 WIB. Layanan pemesanan itu sebelumnya ditutup pada Sabtu sore, 21 Maret 2020 pukul 17.00 WIB.

Seperti diketahui Sritex baru saja meluncurkan masker non-medis yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Produksi masker ini dalam rangka membantu pemerintah melawan wabah virus Corona. Masker tersebut itu terdiri dari dua lapisan kain anti bakteri dan anti air.

Perusahaan yang berbasis di Sukoharjo, Jawa Tengah itu mengkhususkan pembuatan masker untuk kalangan nonmedis agar di tengah situasi ini masyarakat tidak berebut stok masker dengan pekerja medis.

“Masker nonmedis anti microbial dan anti air menggunakan bahan kain yang aman dan nyaman digunakan. Masker ini dapat dicuci dan dipakai ulang dengan cara pencucian seperti yang sudah dianjurkan,” tulis Sritex dalam unggahan di media sosial Instagram @sritexindonesia, Sabtu, 21 Maret 2020.

Adapun cara pencucian masker yang dimaksud adalah dengan air bersuhu maksimal 40 derajat celcius, tanpa menggunakan pemutih, dan disetrika dengan tingkat menengah.

Corporate Communication Sritex Joy Citra Dewi mengatakan penutupan layanan pemesanan itu sebelumnya diumumkan Sritex melalui akun instagram resmi perseroan @sritexindonesia. Dalam akun tersebut, perseroan pun meminta maaf atas pesan yang belum terlayani.

Baca juga: Ekspor Masker Tinggi, Kemendag Ancam Cabut Izin Usaha

Perusahaan tekstil itu pun mengatakan bahwa proses preorder akan dilanjutkan sambil menunggu proses pembelian yang lebih mudah untuk publik. “Besok kita mulai ambil order lagi dari jam 08.00 WIB,” ujarnyaa, seperti dikutip dari Tempo.co.

Selama layanan pemesanan ditutup, Joy mengatakan perseroan akan menggunakan jeda tersebut untuk mendata pesanan yang masuk. Ia belum mengungkap berapa banyak pesanan yang masuk.

Namun, ia mengatakan perseroan paling banyak mendapatkan pesanan sejumlah seribu hingga dua ribu masker tiap pesanan. “Kami juga banyak menerima pesanan perusahaan dengan jumlah di atas sepuluh ribu hingga dua puluh ribu masker,” ujar Joy.

Menurut Joy, produksi masker tersebut sudah dilakukan. Rencananya, paling cepat pesanan akan dikirim tujuh hingga sepuluh hari sejak pelunasan. Apabila melihat pemesanan dibuka pada 20 Maret 2020, maka masker paling cepat sampai di tangan pemesan pada 27 Maret 2020.

Ia menjelaskan, Sritex khusus memproduksi masker nonmedis untuk membantu memenuhi kebutuhan masker di dalam negeri yang melonjak akibat masifnya penyebaran virus Corona jenis baru atau Covid-19.

Lonjakan permintaan masker non medis itu muncul kendati ada syarat minimum pemesanan 1.000 buah sebelumnya. Dengan kata lain pemesanan minimum bernilai Rp 5,5 juta untuk seribu masker. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*