
Jangan kaget kalau jumlah negara yang teridentifikasi terjangkit Covid-19 sudah mencapai 198 negara, lebih banyak dari negara yang menjadi anggota PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang jumlahnya hanya 193 negara plus dua negara pengamat (Vatikan dan Palestina). Artinya, ancaman wabah Covid-19 sudah menjadi masalah banyak sekali negara, dan menjadi ancaman serius.
Mengacu pada catatan PBB, jumlah negara yang ada dunia saat ini adalah 241 negara yang memiliki teritori pasti. Dari jumlah itu, hanya 193 negara yang menjadi anggota PBB, dan dua negara tercatat sebagai pengamat, yaitu Vatikan dan Palestina. Meski menjadi pengamat, keduanya diakui oleh negara lain. PBB sendiri hanya sebuah organisasi, dan tidak punya kewenangan untuk mengakui pemerintahan suatu negara. PBB hanya dapat menerima negara baru menjadi anggota atau menerima mandat dari perwakilan pemerintah baru.
Berdasarkan data yang diambil dari situs worldometer, sampai pada posisi 29 Maret 2020 diperoleh gambaran bahwa total kasus yang terjadi di seluruh negara di dunia mencapai 679.082. Dari jumlah tersebut sebanyak 26% sudah diketahui hasilnya, yaitu 18% meninggal, sedangkan menurut situs yang dikelola oleh peneliti dan sukarelawan ini 82% orang yang terpapar virus corona berhasil sembuh. Sebagaimana diketahui, situs worldometer didedikasikan agar msyarakat internasional bisa mengetahui statistic yang bisa dipertanggung jawabkan.
Situs worldometer dapat diakses khalayak luas di seluruh dunia. Karena dedikasinya, situs ini terpilih sebagai salah satu situs referensi gratis terbaik oleh American Library Association (ALA), asosiasi perpustakaan tertua dan terbesar di dunia dan data Covid-19 worldometer dipercaya dan digunakan oleh Johns Hopkins CSSE, Financial Times, The New York Times, Business Insider, dan banyak media besar dan terpercaya lainnya.
Dari total kasus yang terdidentifikasi, kasus aktif yang tercatat sebanyak 500.957 pasien, 5 persen diantaranya dalam kondisi serius atau kritis dan 95 persen lainnya dalam keadaan sedang. Dilaporkan juga, tingkat kematian terus meningkat secara tajam sejak 17 Maret 2020 sampai 29 Maret 2020, meski di beberapa negara seperti China dan Singapura terjadi penurunan.
Saat ini Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak yaitu 123.781 (18% kasus di dunia). Diikuti oleh Italia sebanyak 92.472 kasus, China 81.439 kasus, Spanyol 78.797, Jerman 58.247, Iran 38.309 kasus dan Prancis 37.575 kasus (Selengkapnya lihat tabel).
[table id=14 /]
Dengan kondisi terbaru sekarang, Amerika Serikat otomatis menjadi pusat baru pandemik Covid-19. Peningkatan jumlah kasus per harinya, dianggap makin mencemaskan. Ada yang menyebutkan kalau penyebaran virus corona, khususnya di Kota New York sangat cepat seperti ‘kereta peluru’. Sekarang ini, lebih dari separuh dari total 50 negara bagian yang ada di AS, sudah menetapkan karantina wilayah. Selain New York, kota lain yang mengalami persoalan serius adalah Washington dan Maryland.
Memang jika dihitung rasio antara jumlah warga yang terinfeksi dengan jumlah penduduk, persentasi Spanyol di atas AS. Dari setiap juta penduduknya, di Spanyol ada 1.685 kasus terinfeksi. Rasio tersebut, diikuti oleh Italia, Jerman dan Prancis. Ini artinya Benua Eropa merupakan wilayah yang cukup serius wabahnya (awo – bersambung)

Leave a Reply