Erick Minta BUMN Gunakan Dana CSR Untuk Lengkapi Alkes di Wisma Atlet

Erick Thohir | Foto: nusadaily

JoSS, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menginstruksikan BUMN mengalokasikan dana CSR untuk melengkapi alat kesehatan di Wisma Atlet sebagai sentra penanganan COVID-19.

Dia menambahkan bahwa seluruh dana tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) BUMN agar fokus untuk membantu penanganan COVID-19. Hal ini untuk memastikan kesehatan masyarakat terjamin, seperti pengadaan masker, alat pelindung diri (APD), obat, dan lain-lain.

“CSR akan membantu sediakan alat di Wisma Atlet. Selain itu BUMN farmasi terus memproduksi kebutuhan-kebutuhan obat yang diperlukan,” paparnya, melalui video konferensi di Jakarta, Jumat.

Erick menyampaikan sebanyak empat tower Wisma Atlet akan digunakan untuk penanganan COVID-19. “Kementerian BUMN akan bekerja sama dengan BNPB, Satgas Penanganan Corona, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, serta pihak terkait untuk segera memaksimalkan Wisma Atlet sebagai lokasi penanganan pasien corona,” ucapnya.

Ia menjelaskan masing-masing tower Wisma Atlet memiliki peruntukan yang berbeda. Tower IV akan difokuskan untuk tempat istirahat tenaga medis. “Mereka harus dilindungi dan harus cukup istirahat karena itu kita tempatkan khusus (Tower IV),” kata Erick.

Baca juga: Mendikbud: Guru dan Dosen Tidak Usah Ke Sekolah!

Tower III, lanjut dia, akan menjadi lokasi posko bagi petugas satgas yang menangani pandemi COVID-19. “Tower VI dan VII kita akan fokuskan khusus ke pasien. Di sana akan dilengkapi ruang ICU, ruang refreshing, dan ruang rawat pasien. Pintunya ada dua dan dalam pengawasan,” katanya.

Sebelumnya, menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, merupakan salah satu tempat yang paling siap untuk menampung pasien positif corona atau Covid-19 tapi tidak menunjukkan gejala.

Menurutnya Wisma Atlet punya fasilitas yang lengkap jika rumah sakit tak mampu lagi menampung pasien positif corona.

“Saat ini masih belum digunakan sehingga itu tempat paling siap dari sisi fasilitas listrik, air, tempat tidur dan lainnya sudah ada di sini,” katanya dalam pemaparan kinerja APBN Februari 2020 melalui konferensi video di Jakarta, belum lama ini.

Rencana itu dilakukan jika rumah sakit rujukan tidak bisa menampung pasien mengidap virus corona jenis baru itu termasuk yang positif COVID-19 tapi tidak menunjukkan gejala. “Yang penting mereka harus isolasi diri supaya tidak menularkan kepada pihak lain, jadi dibutuhkanlah suatu tempat dan Wisma Atlet yang kemarin digunakan untuk Asian Games,” ujarnya.

Menkeu menjelaskan nantinya Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan mengoordinasikan pemanfaatan Wisma Atlet sebagai salah satu pusat instalasi untuk mengisolasi pasien positif COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala sakit.

“Nantinya, pelayanan bagi para pasien itu akan didukung oleh petugas medis dari rumah sakit yang ditugaskan,” tuturnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*