
JoSS, SEMARANG – Ketua DPRD Jateng Bambang Kusriyanto meminta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyiapkan gedung-gedung milik pemerintah yang tidak terpakai untuk ruang perawatan darurat penanganan kasus virus corona atau covid-19.
Dia menambahkan hal itu dilakukan agar tidak ada pasien yang diindikasikan mengidap virus corona yang tidak tertampung di rumah sakit. Permintaan tersebut disampaikan mengingat jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pantauan (ODP) terus meningkat.
“Gubernur sudah memberi fasilitas periksa gratis di tujuh rumah sakit pemerintah. Nah untuk mengantisipasi banyaknya pasien suspect, saya minta jajaran Pemprov Jateng menyiapkan gedung gedung kosong milik pemerintah untuk rumah sakit darurat corona,” ujar pria yang akrab disapa Bambang Kribo ini dalam jumpa pers di Ruang Rapim DPRD Jateng, Rabu (18/3).
Politisi PDIP ini ini menjelaskan, selain menyiapkan gedung yang difungsikan sebagai rumah sakit darurat, juga harus dipersiapkan pula sarana prasarana kesehatan dan tenaga medisnya.
“Fasilitas ruang isolasi di rumah sakit yang ada kan sangat terbatas. Kalau pasien yang harus diisolasi jumlahnya banyak dan tidak tertampung di rumah sakit kan bisa ditangani di rumah sakit darurat ini,” tegasnya.
Baca juga: Seluruh ASN di Lingkungan Pemda Jateng Kerja Dari Rumah, Kecuali Pegawai Rumah Sakit
Ditanya soal anggaran yang akan digunakan untuk mendukung hal itu, Bambang menjelaskan, saat ini tim anggaran Pemprov sedang menyusun kebutuhan anggaran penanganan corona. Pihaknya menunggu usulan dan akan segera mengupayakan anggaran mendahului perubahan.
“Ini situasi darurat, kami siap mengalokasikan anggaran dengan skema mendahului perubahan,” katanya.
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan anggaran, Sekretariat DPRD Jateng juga melakukan pemangkasan anggaran perjalanan dinas, workshop, dan bintek. Anggaran kegiatan-kegiatan yang dirasionalisasi tersebut nantinya akan dikumpulkan dengan anggaran OPD lain yang juga dipangkas untuk penanganan darurat corona di Jateng.
“Mulai hari ini sampai 31 Maret semua kegiatan kunjungan kerja, workshop dan bintek kami tiadakan untuk focus penanganan corona,” bebernya.
Selama tidak ada kunjungan kerja, anggota DPRD Jateng ditugaskan untuk melakukan pemantauan Daerah Pemilihan (Dapil) terutama dalam penanganan corona di dapil dimaksud.
“Misalnya saja melihat bagaimana persiapan yang dilakukan rumah sakit, kesiapan fasilitas kesehatan, ruang isolasi dan tenaga medis serta ambulannya,” pungkasnya. (lna)

Leave a Reply