Ditolak Risma, Kapal Pesiar Viking Sun Juga Urung Bersandar di Tanjung Emas Semarang

Kolase, Kapal Pesiar Viking Sun di tengah laut -Viking Sun | Foto: detik.com/suarabaru.id

JoSS, SEMARANG – Kapal pesiar berbendera Norwegia, Viking Sun, urung bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menyusul adanya dugaan penumpang kapal tersebut yang tertular Covid-19. Kapal tersebut juga sebelumnya ditolak bersandar di Tanjung Perak, oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Kompol Samsu Wirman di Semarang, Kamis (5/3), mengatakan, saat ini kapal yang mengangkut sekitar 1.600 penumpang tersebut masih berada di 1,5 mil laut dari pelabuhan.

“Kapolrestabes memerintahkan untuk disampaikan ke otoritas pelabuhan agar tidak mengizinkan kapal bersandar,” katanya, seperti dikutip dari Antara.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Mochamad Abdul Hakam mengatakan saat ini ada tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjung Emas yang sudah diberangkatkan untuk mengecek kondisi penumpang kapal tersebut.

Menurut dia, pemeriksaan membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 5 jam untuk penumpang sebanyak itu. “Pemeriksaannya harus detail. Khawatir kalau ada sesuatu yang tidak sesuai,” katanya.

Sementara di darat, kata dia, Dinas Kesehatan juga sudah menyiapkan tim jika sewaktu-waktu ada penumpang yang harus diturunkan dan membutuhkan pertolongan.

Ia menjelaskan jika memang ditemukan ada penumpang yang dalam status pengawasan, maka seluruh penumpang tidak akan diizinkan turun.

Baca juga: Masyarakat Jangan Panik, Bila Ada Gejala Virus Corona, 11 RS Ini Bisa Jadi Rujukan

Sebelumnya, Walikota Surabaya Tri Rismaharini menolak kedatangan kapal pesiar Viking Sun di Surabaya. Rencananya, kapal tersebut dijadwalkan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak, 6 Maret mendatang.

Risma mengatakan dirinya memutuskan menolak kapal tersebut setelah mendapat surat dari Labuan Bajo yang menyebutkan dalam kapal tersebut terdapat dua pasien yang diduga terinfeksi virus corona.

“Hari ini saya kirim surat tidak boleh kapal itu penumpangnya turun. Karena saya di sini (Solo), tanda tangannya pakai elektronik,” kata Risma.

Penolakan itu dilakukan setelah Risma mendapat masukan dari RS Unair terkait kapal pesiar berbendera Norwegia itu. Penumpang tidak diperkenankan turun jika terdapat suspect corona di kapal itu.

Selain itu, Risma mengaku intens berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kedubes dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur. Langkah ini diambil untuk menghadang virus corona memasuki wilayah Surabaya melalui penumpang kapal dari luar negeri itu.

Awalnya, Risma sempat membuka peluang bagi penumpang kapal Viking Sun untuk mendarat di Tanjung Perak setelah melalui pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan di atas kapal jika ada penumpang yang terinfeksi, maka virus tidak akan menyebar ke darat.

“Kalau tidak apa-apa ya tidak apa-apa (turun). Tapi ini kan sudah ada yang suspect,” katanya, seperti dikutip dari CNNIndonesia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*