Rektor UNS: Antisipasi COVID-19, Civitas Akademika UNS Tunda ke Luar Negeri

Rektor UNS Prof Jamal (paling kiri) dengan Civitas Academika UNS | Foto: Tono/joss.co.id

JoSS, SOLO – Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, mengeluarkan surat edaran untuk mengantisipasi merebaknya wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang telah melanda puluhan negara di dunia.

Dalam surat edaran bernomor 1231/UN27/HK/2020 tentang ‘Kewaspadaan Dini Terkait Wabah Virus Corona (COVID-19) tersebut, terdapat lima himbauan penting, salah satunya adalah himbauan Rektor UNS kepada Civitas Akademika UNS untuk menunda perjalanan ke luar negeri.

“Kami menghimbau seluruh Civitas Akademika UNS agar menunda perjalanan ke luar negeri, terutama di negara-negara terdampak COVID-19,” papar Jamal kepada wartawan di kantor Humas UNS, Senin (2/3).

Rektor menginbau, bila terdapat kunjungan ke luar negeri yang sangat penting dan harus dilakukan, maka kunjungan tersebut perlu mendapatkan ijin tertulis terlebih dahulu dari Rektor UNS atau pejabat lain yang ditunjuk rektor.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber, saat ini tercatat 54 negara di dunia sudah mengkonfirmasi adanya COVID-19 di negaranya. Pada kasus terbaru, jumlah pasien COVID-19 terus meningkat terutama di Korea Selatan dan Italia.

Berdasarkan data itulah, UNS sebagai salah satu institusi pendidikan terus berupaya untuk melindungi civitas akademikanya dari ancaman COVID-19 dan juga ikut ambil bagian dalam mencegah masuknya wabah COVID-19 ke Indonesia. Di Indonesia sendiri pemerintah mengakui sedikitnya ada dua orang pasien yang terpapar virus Corona.

Baca juga: Pemerintah Keluarkan Larangan Warga Indonesia Kunjungi 12 Kota di Italia

Selain menghimbau untuk menunda sementara perjalanan ke luar negeri, Rektor UNS juga menghimbau kepada Civitas Akademika UNS yang baru saja berpergian dari negara terdampak COVID-19, seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Italia untuk mengurangi interaksi dengan orang lain, termasuk dengan anggota keluarga untuk sementara waktu.

“Yang baru saja melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama Tiongkok, Korea, Jepang, Singapura, Australia, Malaysia, Vietnam, Thailand, India, Amerika Serikat, Kanada, Italia, Jerman, Perancis, Inggris, Iran, UEA, Bahrain, Kuwait, dan Belanda, harap membatasi diri (self-isolated) dengan Civitas UNS lainnya maupun dengan anggota keluarga selama 14 hari sejak kepulangannya ke Indonesia,” tuturnya.

Bila selama kurun waktu 14 hari tersebut terdapat Civitas Akademika UNS yang mengalami demam, batuk, pilek, dan gejala COVID-19 lainnya, Rektor UNS menghimbau agar segera memeriksakan diri ke RS UNS atau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Moewardi Surakarta untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan intensif lebih lanjut.

Himbauan rektor tersebut tidak hanya ditujukan bagi Civitas Akademika UNS yang hendak pergi ke luar negeri atau pulang dari luar negeri saja, namun himbauan tersebut juga ditujukan bagi seluruh unit kerja dan mahasiswa yang melakukan aktifitas di dalam kampus UNS.

“Apalagi bulan November 2019 lalu, UNS telah mencanangkan diri sebagai kampus sehat sehingga harus pro aktif mengantisipasi masalah berkaitan kesehatan yang dihadapi masyarakat luas” ujar Rektor UNS.

Rektor menghimbau agar Civitas Akademika UNS terus membiasakan Pola Hidup Bersih Sehat (PHBS), seperti mencuci tangan dengan sabun (alcohol based hand rub/ hand sanitizer), mengonsumsi makanan sehat, menggunakan masker, dan meminimalkan kegiatan di keramaian yang kurang diperlukan. (ton/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*