
JoSS, SEMARANG – PT Sampharindo Retroviral Indonesia, pabrik produsen obat HIV yang berlokasi di Kota Semarang, Jawa Tengah, mulai beroperasi. Setidaknya ada lima jenis obat yang bakal diproduksi di pabrik ini. Saat ini baru dua yang izinnya sudah keluar.
Operasional pabrik obat HIV tersebut ditandai dengan peresmian yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito di Semarang, Kamis, (27/2).
Direktur Utama PT Sampharindo Retroviral Indonesia M.Syamsul Arifin mengatakan ada lima jenis obat yang telah diberi izin oleh BPOM. Namun pada tahap awal pengoperasian pabrik ini, memproduksi dua jenis obat yakni Telado dan Telavir.
“Ada lima jenis obat yang kami ajukan ke BPOM, hari ini sudah keluar dua,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Menurut dia, dari sekitar 600 ribu pengidap HIV di seluruh Indonesia, baru sekitar 17 persen yang ditangani dan menjalani pengobatan.
Salah satu kendala yang dihadapi dalam pengobatan HIV/ Aids, lanjut dia, karena produk yang digunakan masih jarang dan harganya mahal.
Baca juga: China Ajukan Hak Paten Untuk Kombinasi Remdesivir dan Chloroquine Sebagai Obat Virus Corona
Padahal, menurut dia, salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan HIV ini yakni dengan pengobatan rutin.
Keberadaan pabrik ini, kata dia, diharapkan bisa meningkatkan jumlah penderita yang diobati sehingga bisa mencegah pula penularan.
Dalam kesempatan itu, Kepala BPOM Penny Lukito juga menyerahkan secara langsung sertifikat izin edar untuk kedua jenis obat tersebut.
Menurut Penny, keberadaan pabrik yang juga merupakan dari penanaman modal asing ini sekaligus sebagai bukti kemudahan berinvestasi di sektor farmasi yang dilakukan BPOM.
“Melalui percepatan perizinan, keberadaan pabrik ini sekarang sudah mulai dioperasikan,” katanya.
Melalui dua produk PT Sampharindo Retroviral ini, ia mengharapkan pengidap HIV bisa memperoleh obat dengan lebih mudah. (lna)

Leave a Reply