HUT Kota Semarang Ada Pagelaran Wayang Orang dengan Lakon ‘Kalimasada Murca’

Ilustrasi | Foto: net

JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang akan berkolaborasi dengan Sahabat Pecinta Wayang Orang (SPWO), akan menggelar pergelaran Wayang Orang Putri Extravaganza “Kalimasada Murca”, Sabtu (21/3) mendatang.

Kegiatan yang menjadi rangkaian HUT Kota Semarang yang ke-473 ini akan menampilkan 60 orang penari dan 20 pangrawit, serta bintang tamu spesial. Pertunjukan lakon “Kalimasada Murca” dari  SPWO tersebut, sebelumnya berhasil  meraih sukses pada pergelaran kolaborasi Wayang Orang Putri di Gedung Kesenian Jakarta.

Tak hanya itu, empat bulan setelahnya pagelaran kembali dihadirkan di kota Bandung dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara, Juli 2019 lalu.

“Tahun ini Kota Semarang yang menjadi target kami untuk mendekatkan diri kepada  generasi muda (milenial), bahkan berharap dapat menjangkau komunitas baru di luar dari penggemar Wayang Orang. Tentunya dengan tujuan memperkenalkan kembali dan melestarikan kesenian wayang orang kepada khalayak yang lebih luas,” Kata KRAy. Hendrayani, selaku Ketua pergelaran saat pers conference di Gedung Oudetrep Kota Lama Semarang, Jumat (28/2).

Baca juga: Pabrik Obat HIV di Semarang Mulai Beroperasi, Tahap Awal Dua Jenis Obat Diproduksi

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari menyambut baik agenda pagelaran ini, Filosofi ketangguhan para tokoh dalam lakon cerita Kalimasada Murca inilah yang menjadi inspirasi bagi Sahabat Pecinta Wayang Orang untuk terus menanamkan rasa cinta tanah air dan perjuangan bagi persatuan bangsa.

“Kami sangat senang, SPWO memilih kota Semarang sebagai destinasi pergelaran wayang orang putri,  berharap kegiatan ini dapat menginspirasi kaum ibu dan remaja putri di Semarang, agar semakin banyak perempuan-perempuan hebat yang melestarikan warisan budaya Indonesia,” tutur perempuan yang akrab disapa Iin tersebut.

“Pagelaran ini bukan menghilangkan para seniman lokal, tetapi setelah ini ke depan justru akan menggandeng para seniman lokal agar bisa berkolaborasi untuk Kota Semarang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Penggerak PKK Kota Semarang, Kristiana Hendrar Prihadi mengatakan, sebagai kaum muda generasi bangsa tentu harus bisa melestarikan budaya-budaya yang sudah ada dan salah satu pagelaran ini menjadi contoh inspirasi supaya kaum milenial cinta akan budaya.

“Ada banyak cara dalam mengenalkan budaya kepada kaum milenial, salah satunya itu mereka diberikan kesempatan dan ruang sebagai bagian dari peran didalamnya, dan tak kalah pentingnya pagelaran itu harus menarik, artinya tidak kuno supaya kaum milenial sangat tertarik,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*