JoSS, SEMARANG – Pernyataan Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty terkait berenang sesama jenis bisa menyebabkan kehamilan mengundang beragam respon dari masyarakat.
Pasalnya, dosen sekaligus pengajar di sebuah universitas itu menyatakan bahwa sperma dari ejakulasi di kolam renang bisa menyebabkan kehamilan meski tanpa penetrasi. Warganet pun berkomentar bahwa pernyataan tersebut tidak didasari dengan pengetahuan ilmiah, bahkan cenderung membodohi publik.
Akibat pemberitaan tersebut, hastag #PecatSittiHikmawatty menjadi trending topik di Twitter di Indonesia. Bahkan sudah dicuitkan sebanyak 17.500 akun Twitter Indonesia.
Banyak warganet yang mempertanyakan mengenai ucapan Sitti mengenai kasus isu ini. “Jadi gaes, harap maklum ya kalau @KPAI_official nggak pernah bisa menyelesaikan masalah anak2 indonesia, komisionernya statementnya asal jeplak doang Face with rolling eyes #PecatSittiHikmawatty,” tulis akun @dwiyanaDKM.
Akun Twitter Resmi @KPAI_official pun di banjiri komentar-komentar berkaitan kasus isu ini. Selain mempertanyakan mengenai statement yang dibuat oleh komisioner KPAI, tak sedikit warganet pun menyarankan untuk menurunkan Sitti dari jabatannya sekarang.
“Om komisionernya mundur aja, berikan kepada yang tepat. Hadeeeh,” tulis akun Twitter @kak_wew.
Terkait hal itu pakar kesehatan sekaligus seksolog Dokter Boyke Dian Nugraha menyatakan bahwa pernyataan itu tidak benar. “Nggak benar itu,” tulis dr Boyke seperti dikutip dari Instagramnya, Minggu (23/2).
Dia juga menjelaskan, mengapa sperma di kolam berenang tidak mungkin menyebabkan kehamilan. “Nggak memungkinkan, sperma masuk ke air apalagi kolam renang yang mengandung bahan kimia seperti pembersih air, kaporit dan sebagainya, pasti mati,” tulis dia.
Menurut American Pregnancy, sperma bisa bertahan selama beberapa menit jika terjadi ejakulasi di air hangat. Jika ejakulasi terjadi dalam air yang sangat panas atau air yang diisi dengan bahan kimia, gelembung atau zat lain, sperma tidak akan mampu bertahan lebih dari beberapa detik.
Baca juga: RI Dikeluarkan Dari Daftar Negara Berkembang, Begini Dampaknya
“Kehamilan yang terjadi karena hal ini sangat tidak mungkin dan dalam banyak kasus tidak mungkin sama sekali,” tulis pernyataan tersebut.
Berikut sejumlah alasan mengapa sperma di dalam kolam renang tidak menyebabkan kehamilan, seperti dikutip dari Thats Non Sense, Minggu (23/2).
1. Sperma tak dapat hidup di kolam renang
Kolam renang bukanlah lingkungan yang baik untuk sperma, meskipun sel-sel tersebut dapat hidup berjam-jam di luar tubuh manusia. Ini tidak berlaku bagi kolam renang, karena adanya bahan kimia dan suhu air yang terlalu hangat untuk sperma. Sehingga sperma hanya dapat hidup beberapa menit saja di kolam renang.
2. Sperma tidak melaju cepat di kolam renang
Kekuatan atau kecepatan awal ejakulasi adalah sekitar 10 mil per jam (di luar air) dan sekali dengan cepat menghilang, sperma dapat melakukan perjalanan hanya 15-20 cm per jam. Namun sebelum itu, di kolam renang sel-sel sperma sudah mati selama beberapa menit saja.
3. Sperma tidak punya navigasi yang baik
Sperma memang memiliki reseptor yang dapat membantu menemukan sel telur, tetapi ini hanya bekerja ketika sperma sudah sangat dekat dengan sel telur, misalnya dengan melakukan hubungan seks. Jika di kolam renang, reseptor tersebut tidak bisa bekerja. (lna)

Leave a Reply