AS Masukan Indonesia Sebagai Negara Maju: Catatan Mas Awo (4)

Ilustrasi | Foto: freepik.com
Mas Awo

RIBUT-ribut soal penetapan Indonesia sebagai negara maju oleh Amerika Serikat, mungkin saja sebuah bentuk kekagetan kita semua atas keputusan itu. Bukan berarti kita tidak ingin menjadi negara maju, lho. Karena kita pun ingin jadi negara maju. Mari kita simak kliping atas berita target Indonesia menjadi negara maju.

Yang pertama kita ambil dari Jokowi saat memberikan pidato pertamanya seusai dilantik sebagai Presiden dalam periode keduanya. Pada pidato yang disiarkan langsung oleh beberapa stasiun TV, Jokowi mengatakan bahwa “Mimpi kita, cita-cita kita di tahun 2045 pada satu abad Indonesia merdeka mestinya, Insya Allah, Indonesia telah keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah. Indonesia telah menjadi negara maju dengan pendapatan menurut hitung-hitungan Rp 320 juta per kapita per tahun atau Rp27 juta per kapita per bulan. Itulah target kita. Target kita bersama”.

Sangat jelas, bahwa target menjadi negara maju bisa dicapai pada tahun 2045, atau 23 tahun dari tahun ini. Pada momentum itu, Indonesia diperkirakan masuk dalam daftar 5 besar ekonomi dunia. Dalam kalkulasi, itu terjadi karena Produk Domestik Bruto Indonesia di tahun 2045 mencapai US$ 7 triliun. Wow!!!

Keren kan? Yang lebih keren dan membanggakan, di 2045 tidak ada lagi penduduk miskin di negeri kita. Indonesia masuk 5 besar ekonomi dunia dengan kemiskinan mendekati nol persen. Kalaupun ada yang miskin, pasti karena sesuatu di luar kemampuannya, dan itu akan bisa diurus oleh negara.

Lain Jokowi lain ekonom. Dalam suatu publikasi di awal tahun 2019, Tim Ekonom Standard Chartered yang dipimpin David Mann membuat prediksi adanya 7 dari 10 negara berkembang bakal menjadi negara besar di tahun 2030. Berita yang dilansir Bloomberg itu menyebutkan di antara 7 negara yang akan melompat ke posisi terhormat itu, selain Indonesia juga ada China, India dan Brasil. China di tahun itu, bahkan akan menjadi negara dengan ekonomi terbesar di dunia dengan produk domestic bruto (PDB) sebesar US 64, 2 triliun.

Pada 2030, menurut ekonom Standard Chartered, komposisi kekuatan ekonomi dunia berubah drastis. Setelah China, posisi kedua ditempati India dengan PDB US$ 46, 3 triliun, mengungguli Amerika Serikat yang harus puas di posisi ketiga dengan PDB US$ 31 triliun.

Indonesia yang di masa itu PDB-nya mencapai US$ 10,1 triliun berada di posisi ke-4 setelah AS, dan menggilas Jerman,  Jepang dan Rusia. Perlu diketahui, konon menurut prediksi, di tahun 2030 Jerman dengan PDB US$  6,9 triliun ada di posisi ke-10; sementara Jepang ada posisi ke-9 dengan PDB US$ 7,2 triliun.

Jangan kaget kalau Turki dengan PDB US$ 9,1 triliun berada di posisi ke-5 di atas Jerman, Jepang dan Rusia. Disusul Brasil di posisi ke-6 dengan PDB US$ 8,2 triliun. Kemudian Mesir di urutan ke-7 dengan PDB US$ 8,2 triliun. Rusia kali ini masuk ke dalam jajaran negara kaya di posisi ke-8 dengan PDB US$ 7,9 triliun.

Semua itu adalah prediksi, proyeksi, perkiraan yang akan terjadi di tahun 2030. Mungkin juga baru akan terjadi di tahun 2045. Tapi, sebelum itu terjadi, ternyata AS sudah menobatkan Indonesia, China dan India sebagai negara maju. Artinya, AS bergerak lebih cepat dari dua perkiraan yang ada. (selesai)

Baca juga: AS Masukan Indonesia Sebagai Negara Maju: Catatan Mas Awo (3)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*