
JoSS, SOLO – Ribuan warga dan wisatwan antusias saksikan Karnaval Budaya Grebeg Sudiro 2020 sebagai rangkaian kegiatan menyambut Tahun Baru Imlek 2571/2020 yang digelar di Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo, Minggu (19/1).
Warga memadati sejumlah lokasi mulai dari sekitar Pasar Gede, Tugu Jam Pasar Gede, Jembatan, hingga Jl. Jenderal Sudirman untuk menyaksikan karnaval budaya kolaborasi etnis Jawa dan Tionghoa tersebut.
Kirab dimulai dari Pasar Gede, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Mayor Kusmanto, pertigaan Loji Wetan, Jl. Kapten Mulyadi, perempatan Ketandan, Jl. R.E. Martadinata, Jl. Cut Nyak Dien, Jl. Juanda, perempatan Warung Pelem, Jl. Urip Sumoharjo, kembali ke Pasar Gede.
Karnaval budaya dibuka dengan pemukulan tambur oleh Wakil Wali Kota Solo Achmad Purnomo dan pengibaran bendera start oleh Dandim 0735/Solo, Letkol Inf. Wiyata S. Aji.
Baca juga: Keren, 20 Sekolah di Soloraya Jadi Percontohan Sekolah Toleran
Ketua Panitia Grebeg Sudiro, Arga Dwi Setyawan, 30, menjelaskan atraksi budaya yang sudah berlangsung 13 tahun tersebut digagas etnis Jawa dan Tionghoa di Kelurahan Sudiroprajan.
“Potensi kolaborasi ini menarik untuk disuguhkan ke masyarakat. Atraksi dapat menjunjung nasionalisme, pluralisme, kebinekaan, dan integrasikan masyarakat Solo. Menyinergikan budaya Tionghoa dan Jawa dapat mendukung Solo sebagai Kota Wisata,” katanya.
Arga menjelaskan atraksi yang menjunjung tema Bersinergi Merawat Kebhinekaan didukung 2.000 orang. Panitia menyediakan 4.000 kue keranjang yang dibagikan kepada penjunjung secara cuma-cuma.
Wali Kota Solo, F.X Hadi Rudyatmo, menjelaskan kirab budaya tingkat kelurahan tersebut menjadi satu-satunya karnaval yang masuk dalam kalender even nasional yang berkolaborasi panitia Tahun Baru Imlek.
Rangkaian Grebeg Sudiro merupakan bentuk dukungan program mewujudkan Waras, Wasis, Wareg, Mapan, dan Papan. Karvafal budaya tersebut berlangsung meriah, sayangnya ribuan warga yang hadir juga meninggalkan sampah di sembarang tempat. (lna)

Leave a Reply