JoSS, JOGJA – Pemerintah berencana membangun tol lintas selatan Jawa tersambung dari Yogyakarta hingga Garut. Hal ini dilakukan untuk mendukung aksesibilitas dari dan ke Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo yang bakal beroperasi penuh pad Maret 2020 mendatang.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) Sugiyartanto mengatakan setelah sukses mewujudkan Tol Trans Jawa di utara Jawa yang sudah tersambung dari Merak-Probolinggo, pemerintah berencana membangun jalan tol di lintas selatan Jawa yang membentang dari bagian barat (Garut) hingga Yogyakarta.
“Nanti suatu saat lintas selatan tol ini akan nyambung, ujungnya ada di Yogya sampai ke arah barat, Cilacap, sampai Garut, Tasik. Sekarang dari barat juga sudah kita mulai. Jadi, jaringan jalan tol yang sudah kita bangun sudah dalam rencana yang akan menghubungkan yang sekaligus mempercepat dan memerpendek wktu tempuh,” ungkap Sugiyartanto di sela focus group discusssion (FGD) bertajuk Key Success Factor Optimalisasi YIA adalah Aksesibilitas yang Baik yang diselenggarakan Investor Daily di Yogyakarta, Jumat (13/12).
Dikutip dari Beritasatu.com, Sugiyarto menjelaskan dalam jangka menengah, pemerintah akan membangun dua ruas jalan tol yang akan menopang konektivitas dari dan ke Bandara YIA. Kedua tol itu adalah Jalan Tol Solo-Yogya- Bandara YIA dan Tol Yogyakarta-Bawen.
Baca juga: Exit Tol Sambungmacan Segera Dibangun, Target 2020 Selesai
“Akan ada tol yang akan memfasilitasi aksesibilitas ke bandara (YIA) itu sendiri. Bagian dari jaringan jalan tol dari Solo-Yogya ke Purworejo atau Kulonprogo melewati bandara, atau (Tol) Semarang, Bawen, Yogya yang melewati Magelang yang ujungnya Bandara YIA,” jelasnya.
Dia menyebutkan, selain membangun jalan tol, pihaknya juga tengah mengoptimalkan akses jalan yang sudah ada untuk aksesibilitas dari dan ke Bandara YIA. Hal itu guna mendukung kelancaran operasional Bandara YIA saat beroperasi penuh mulai Maret 2020.
“Jaringan jalan sudah jadi. Kemudian jaringan jalan nasional yang masuk ke bandara juga sudah siap, hanya mungkin perlu pelebaran, rencananya akhir 2020 selesai. Kalau yang Pansela, sudah memotong ke bawah, fasilitas ke bandara itu sudah ada namanya underpass, kita bangun 1 tahun selesai,” terang Sugiyartanto.
Dia menambahkan, pembangunan jalan tol dan jalan non-tol di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah memiliki peran saling melengkapi. Selain itu, karena Yogyakarta terkenal sebagai kota budaya dan seni, maka pihaknya bukan hanya sekedar membangun, tapi juga dengan memberikan sentuhan seni.
“Jalan kita pun sebagian bukan hanya sekedar membangun jalan atau underpasss tapi juga kita kita kasih sentuhan seni. Atau kita sebut beautifikasi, tanpa menghilangkan fungsi, tapi kearifan lokal untuk infrastruktur itu sendiri,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply