JoSS, MALAYSIA – Politikus Malaysia Anwar Ibrahim diperiksa polisi atas tuduhan pelecehan seksual terhadap mantan ajudan prianya bernama Muhammed Yusoff Rawther (26).
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu dituduh melakukan perbuatan yang menjijikan, keji dan berbahaya terhadap ajudannya tersebut.
Yusoff mengaku pelecehan itu terjadi di kantor Anwar di pinggiran Kuala Lumpur, pada masa awal kampanye pemilihan sela di Port Dickson, 2018 lalu.
“Anwar Ibrahim dan beberapa saksi terkait akan dimintai keterangan dalam waktu dekat,” kata Direktur Departemen Investigasi Kriminal (CID) Huzir Mohamed, Rabu (11/12) dikutip dari Straits Times.
Dikutip AFP, Yusoff mengklaim dipaksa oleh Anwar untuk berhubungan seksual.
“Peristiwa itu keji, berbahaya, menjijikkan secara moral dan kriminal. Kejadian itu telah membuat saya trauma dan terganggu hingga batas tertentu,” kata Yusoff dalam video yang ia klaim sebagai pernyataan kepada media.
Baca juga: Malaysia Ikuti Sejumlah Negara Legalkan Ganja Untuk Keperluan Medis
Mengenai tuduhan tersebut, Anwar membantah tudingan yang muncul menjelang kongres nasional tahunan PKR ini. Politikus yang digadang akan menggantikan Mahathir Mohamad sebagai perdana menteri Malaysia tersebut menyatakan tudingan itu sebagai fitnah.
Meski demikian dia siap membantu penyelidikan polisi demi pengungkapan kasus ini. Kuasa hukum Anwar, Ramkarpal Singh, telah mengadukan Yusoff ke polisi akibat klaim pelecehan tersebut.
Selain dianggap sebagai pembunuhan karakter, Anwar menganggap klaim pelecehan Yusoff sebagai trik untuk menjatuhkannya dalam proses transisi kepemimpinan di Malaysia.
“Level politik macam selokan yang berlangsung di negara ini telah menjadi budaya yang menjijikkan,” kata mantan wakil perdana menteri Malaysia itu, seperti dikutip dari CNNIndonesia.
Tuduhan pelecehan ini yang ketiga kalinya disematkan kepada Anwar. Politikus berusia 72 tahun itu pernah dipenjara dua kali selama dua dekade terakhir atas kasus sodomi. Ia menganggap tuduhan itu bermuatan politik. (lna)

Leave a Reply