JoSS, JOGJA – Gerakan Pemkot Jogja menjadikan kampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi terus digalakkan. Pemerintah Kota Yogyakarta berencana menjadikan Kampung Sapen, di Kecamatan Gondokusuman, Jogja sebagai Kampung Inggris.
Wacana ini dibuat sebagai tindak lanjut untuk usul dari Anggota Komisi B DPRD Kota Yogyakarta sekaligus Sekretaris Kampung Sapen Antonius Fokki Ardiyanto, dalam dua kali Rapat Kerja dengan Perekonomian Pengembangan Pendapatan APBD dan Kerjasama (P3ADK) Setda Kota Yogyakarta.
“Untuk mewujudkan trade mark pembangunan kampung dengan strategi gandeng-gendong, maka mengusulkan, dengan melihat arah potensi yang ada, ingin mewujudkan Kampung Sapen menjadi Kampung Inggris,” ungkap Fokki dalam keterangan tertulisnya.
Dia menyatakan tujuannya program ini untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas SDM di wilayah Kampung Sapen, dan ini juga sesuai dengan apa yang menjadi visi misi Wali Kota, yaitu kampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi.
Sebagai langkah awal perwujudan Kampung Sapen menjadi Kampung Inggris, Fokki, bersama beberapa tokoh pemuda, yaitu Slamet Santoso dan Bramantyo Asdi, mendampingi P3ADK melakukan kunjungan ke Kampung Sapen pada Senin.
Dalam kunjungan tersebut P3ADK juga melakukan survei awal terhadap kondisi subyektif dan obyektif dari Kampung Sapen menuju Kampung Inggris.
Menurut keterangan Fokki, setelah jalan-jalan dengan ibu-ibu dan warga Sapen, banyak dari mereka yang antusias mendengar rencana program tersebut.
Baca juga: PUPR Rampungkan Penataan Kawasan Keraton Mangkunegaran
“Mengingat di Kampung Sapen banyak anak-anak dan warga yang sangat membutuhkan kemampuan berbahasa asing (Inggris), ditambah, di Kampung Sapen sudah ada dua Rumah Inggris yang dikelola swasta,” terang Fokki.
Dirinya lantas berharap, usaha Rumah Ingris yang dikelola swasta tersebut dapat membaur dengan warga setempat dalam mendukung rencana mewujudkan Kampung Sapen sebagai Kampung Inggris.
“Di sisi lain, warga juga mengharapkan CSR yang melekat di Lippo Mall, RS Siloam, dan Hotel Saphire dapat mendukung untuk mewujudkan Kampung Sapen sebagai Kampung Inggris,” pungkas dia.
Warga RT/RW 24/07 Kampung Sapen, Fitri menyatakan warga menyambut baik dan sangat mendukung program ini. “Ini menjadi kabar yang cukup baik bagi kami jika itu [Kampung Inggris] memang akan dikembangkan di tempat kami. Di sini juga sudah ada beberapa rumah yang bergerak untuk memberikan kursus bahasa Inggris,” ungkapnya, seperti dikutip dari Suara.com.
Fitri menambahkan, anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya memang tak banyak. Namun, untuk menyerentakkan Kampung Sapen menjadi kampung Inggris tetap dia dukung.
“Memang di RT 24 ini tak banyak anak-anak dan pemuda. Namun jika ini dikembangkan seperti di Jawa Timur, kenapa tidak? Jelas kami dukung apalagi ada Rumah Inggris Jogja yang berada di depan tempat tinggal saya,” ungkapnya.
Meski demikian, sebagian warga mengaku khawatir jika kampung ini dijadikan kampung Inggris maka warga akan kehilangan jati dirinya sebagai orang Jawa. “Menguasai bahasa asing itu sangat bagus. Namun alangkah baiknya, masyarakat di sini tak kehilangan bahasa daerahnya. Ini juga penting untuk dilestarikan,” ungkap warga yang enggan disebut namanya.
Dia mengungkapkan, orang yang lahir di tanah Jawa sebaiknya tidak meninggalkan tradisi dan budaya yang dibawa sejak lahir, sehingga boleh saja belajar berbahasa asing, tetapi harus lebih dulu menguasai bahasa daerah masing-masing. (lna)

Leave a Reply