Pemkot Jogja Minta Penyelenggara Kurban Gunakan Besek 

Besek bambu | Foto: kumparan.com

JoSS, JOGJA – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja, Suyana mengatakan penggunaan kantong plastik sebagai pembungkus daging kurban bisa membahayakan kesehatan. Untuk itu dia mengimbau panitia penyelenggara kurban menggunakan besek.

Dia menjelaskan, selain berbahaya untuk kesehatan, penggunaan kantong plastik yang masif saat Iduladha bisa menambah jumlah sampah plastik. “Plastik mengandung karsiogenik yang secara medis itu dapat memicu sel kanker,” katanya seperti dikutip dari Harianjogja.com, Rabu (7/8).

Menurutnya setiap kantong plastik berwarna merupakan hasil dari daur ulang. Sementara riwayat daur ulang itu sendiri tidak pernah diketahui berasal dari limbah apa saja.

Menjadi berbahaya apabila sumber daur ulang itu dari wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, logam berat dan semacamnya.

Baca juga: Harga Plastik Kresek Bakal Rp500 Per Lembar, Masih Mau Gunakan Plastik?

Tidak jelasnya sumber ini masih ditambah proses pengolahan dalam daur ulang yang menggunakan berbagai bahan kimia sehingga semakin membahayakan bagi kesehatan. “Berdasarkan edaran BPOM [Badan Pengawas Obat dan Makanan], kantong plastik daur ulang jangan dipakai untuk mewadahi langsung makanan. Ini bahaya dari sisi kesehatan,” ujarnya.

Di sisi lain, penggunaan kantong plastik juga mengancam lingkungan. Khususnya pada pelaksanaan kurban mendatang, sebab penggunaan plastik dilakukan secara masif dan bisa dipastikan hanya sekali pakai, sementara proses penguraian membutuhkan waktu ribuan tahun. “Maka kami sarankan panitia tidak menggunakan plastik sekali pakai untuk pendistribusian daging kurban,” kata dia.

Sebagai alternatif, dia menyarankan beberapa opsi, yakni besek bambu, daun pisang, daun jati dan wadah makanan. Ia mengakui penggunaan benda-benda ini sebagai pengganti plastik jelas lebih tidak praktis. “Namun demi kesehatan dan lingkungan, saya rasa kebiasaan menggunakan plastik sekali pakai tetap harus diubah,” ucap dia.

Selama ini, kata dia, pelaksanaan Idulkurban di Jogja memang belum pernah tanpa kantong plastik. Meski tahun lalu sudah ada imbauan dari DLH Kota Jogja, tapi belum ada yang menerapkan. “Namun tahun ini kami mendapat laporan akan ada satu masjid yang tidak akan menggunakan kantong plastik, yakni Masjid Tamtama, Kecamatan Mergangsan. Ini jelas contoh yang bagus,” kata dia. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*