JoSS, JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok kembali menjadi perbincangan. Pasalnya Menteri Erick Thohir memintanya untuk menjadi salah satu direktur utama BUMN.
Dikutip dari berbagai sumber, Ahok terlihat menyambangi kantor Kementerian badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Medan Merdeka Selatan, Rabu (13/11) pagi. Ahok datang mengenakan kemeja batik cokelat pada pukul 09.38 WIB dan langsung naik lift untuk bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut membahas tawaran Menteri Erick kepada Ahok untuk menjabat di salah satu BUMN.
“(Tadi) bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu aja,” ujarnya singkat saat ditemui awak media di Kantor BUMN.
Untuk jabatan atau posisinya, Ahok belum tahu akan ditempatkan dimana, begitu pula penempatan BUMNnya. “Jabatan apa dan BUMN-nya dimana, saya tidak tahu. Langsung tanya pak Menteri ya,” imbuh Ahok.
Baca juga: Soal Ahok Jadi Anggota Dewan Pengawas KPK, Ini Kata Jokowi
Ahok mengatakan, dirinya juga belum mengetahui pasti kapan bakal secara resmi bergabung dengan BUMN. Namun dia memperkirakan kemungkinan hal itu dilakukan bulan Desember mendatang.
Ketika ditanya kesediaan, Ahok menjawab siap membantu demi negara. “Saya kalau buat negara, ya, saya mau. Apa aja untuk bantu negara saya siap,” tutupnya.
Sementara itu, saat ini terdapat empat BUMN yang pucuk pimpinannya masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt). Yaitu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, PT PLN (Persero) Tbk, dan PT Inalum (Persero).
Sebelumnya, Erick menyebut sudah menyerahkan nama-nama calon direksi untuk tiga BUMN, yakni Bank Mandiri, BTN, dan Inalum.
“Kemarin kan saya sudah sampaikan ada TPA yang menentukan posisi direksi BUMN, yang sudah diputuskan untuk Bank Mandiri dan BTN. Hari ini kami ajukan Inalum, nanti tunggu keputusannya, mungkin 1-2 hari,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Presiden Jokowi melalui sidang Tim Penilai Akhir (TPA) akan menentukan sejumlah direktur utama perusahaan BUMN yang tengah lowong, setelah terjadi penunjukkan beberapa dirut BUMN yang masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju 2019-2024. (lna)

Leave a Reply