Dokter Jiwa Ingatkan Bahaya Konsumsi Obat Psikotropika Tanpa Resep Dokter

Ilustrasi | Foto: tabloidbintang.com

JoSS, JAKARTA – Konsumsi obat psikotropika secara mandiri tanpa arahan dan resep dokter dapat memberikan efek buruk bagi pasien. Hal ini mungkin saja dilakukan mengingat obat psikotropika tersebut dijual bebas di toko-toko online.

Seorang psikiater di Klinik Psikosomatik RS OMNI, dr Andri, SpKJ, FACLP menyatakan kekhawatirannya tentang maraknya peredaran obat psikotopika yang bisa dijual bebas. Dia, menjelaskan bahwa jika psikotropika ini bisa didapatkan secara bebas, efeknya bisa menimbulkan berbagai permasalahan.

“Dengan dijual secara bebas, bisa saja orang yang mungkin malas untuk berobat ke dokter jiwa, kemudian mereka mencoba-coba mengobati dirinya sendiri tanpa ada arahan yang benar,” jelasnya seperti dikutip dari detikcom, Jumat (15/11).

Hal ini bisa memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan orang yang mencobanya. dr Andri memberikan contoh seperti psikotropika golongan IV yaitu Benzodiazepines. Obat ini memiliki potensi ketergantungan hingga reaksi putus obat.

Baca juga: Jangan Pakai Obat Tidur, Atasi Insomnia Dengan Cara Ini

“Contoh obat Benzodiazepines itu. Obat itu punya potensi seperti ketergantungan, dosis yang dibutuhkan bisa meningkat, atau mengalami reaksi putus obat. Ini terjadi jika penggunaan obat itu dihentikan secara tiba-tiba, setelah pemakaian dalam jangka waktu yang lama dan tanpa pengawasan ketat dari dokter,” tegasnya.

Menurut dr Andri, tindakan ini bisa saja dilakukan oleh orang yang ingin mengobati dirinya sendiri. Padahal, sebelumnya orang itu belum pernah berkonsultasi ataupun melewati proses terapi dengan dokter yang bertanggung jawab.

Tak hanya itu, dr Andri juga aktif memberikan edukasi terkait penyakit ataupun obat yang digunakan dalam dunia kejiwaan. Ini bertujuan agar tidak ada orang yang berani mencobanya tanpa ada arahan dari ahlinya.

“Ini yang menjadi alasan saya untuk sering memberikan edukasi melalui berbagai sosial media yang saya miliki. Tujuannya apa, ya itu untuk mengingatkan teman-teman agar tidak sembarangan dalam menggunakan obat jenis psikotropika ini. Dan yang paling penting, harus ada arahan atau didampingi oleh dokter yang menanganinya,” imbuh dr Andri. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*