Wilayah Pantura Disiapkan Untuk Relokasi Pabrik Tekstil Dari China

Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SEMARANG – Pemprov Jateng telah menyiapkan kawasan Pantura sebagai tempat relokasi perusahaan tekstil asal China yang hendak merelokasi usahanya ke wilayah ini. Sebelumnya, wilayah Kendal sudah dibuka untuk Kawasan Industri.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, sejauh ini Kendal sukses mengoptimalkan wilayah menjadi kawasan industri. Untuk itu, sejumlah kawasan di Pantura juga akan dibuka sebagai kawasan industri baru.

Dia menilai, pantura cukup strategis jika digunakan untuk industri. “Di sekitar Pantura. Pantura karakternya sebenarnya bagus, bisa maju tapi kok miskin. Kami (sudah) buka kawasan industri di Kendal, sekarang kita buka lagi kawasan baru (di Pantura),” kata Ganjar, seperti dikutip dari CNNIndonesia.

Dia berharap industri tekstil yang telah direlokasi dari China bisa masuk ke Indonesia dan membuat pabrik baru kawasan Pantura ini. Bahkan katanya, tak hanya menyiapkan wilayah dia juga telah menyediakan ratusan tenaga kerja yang siap bekerja di bidang tekstil.

Maka sinergitas antara investor, pemerintah provinsi dan masyarakat sekitar pun bisa terjalin dengan baik.

“Kami harapkan kalau relokasi (pabrik tekstil China) itu mau masuk, insentifnya bisa dimasukkan kawasan industri, sehingga nanti dia masuk, izinnya gampang kita nyiapin tenaga kerjanya. Sehingga sinergitasnya ada,” katanya.

Baca juga: Kawasan Industri Wijaya Kusuma Berkomitmen Bangun 1 Pabrik/Tahun

Ganjar pun memastikan jika nanti pabrik relokasi tekstil asal China ini masuk ke Jawa Tengah maka pekerja yang digunakan harus berasal dari Indonesia. Namun ia belum mau merinci dimana lokasi tepat hingga berapa jumlah pasti tenaga kerja yang telah dia siapkan.

Sebelumnya Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadikan Jawa Tengah sebagai rujukan utama kepada 11 perusahaan yang bakal relokasi dari China. Targetnya sebelum akhir tahun proses relokasi tersebut bisa selesai dan segera melakukan produksi.

“Jawa Tengah memang didorong untuk gas pol. Karena dijadikan penyangga utama pertumbuhan ekonomi nasional. Maka PMDN dan PMA kita dorong,” kata Ganjar saat beraudiensi dengan Deputi Perencanaan BKPM, Ikmal Lukman di Semarang, Senin (16/9).

Meski saat ini industri yang berkembang di Jawa Tengah masih di sektor tekstil dan turunannya termasuk furnitur, namun tidak menutup kemungkinan bagi industri lain untuk masuk. Khusus untuk menyikapi relokasi perusahaan China tersebut pihaknya bakal menyiapkan cluster-cluster wilayah.

“Salah satu kekuatan di Jawa Tengah tekstil dan turunan tekstil, makanan dan minuman, dan furnitur. Nanti kita buat great. Kalau berkenan, jika BKPM ke China kawan-kawan bupati diajak biar langsung paparan dan bisa deal,” pungkasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*