Tingkatkan Keamanan Kota, Risma Tambah 280 CCTV Pengenal Wajah

Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat menerima kedatangan Menteri Transportasi dan Pekerjaan Umum Kamboja, bahas manajemen transportasi di Surabaya beberapa waktu lalu | Foto: twitter Humas Kota Surabaya @BanggaSurabaya

JoSS, SURABAYA – Walikota Surabaya Tri Rismaharini selalu tak kehabisan akal untuk terus memajukan Kota Surabaya. Sejumlah gebrakan dilakukannya termasuk peningkatan kemanan kota dengan menambah sekitar 280 kamera CCTV berbasis face recognition.

Kamera CCTV berbasis face recognition atau kamera pengenal wajah ini dilengkapi dengan teknologi mutakhir. Pemasangan itu dilakukan sebagai langkah antisipatif menjaga keamanan di Kota Pahlawan.

Risma menuturkan CCTV berbasis face recognition ini akan mulai beroperasi bulan November di Surabaya.  Jika terwujud, maka Kota Pahlawan akan menjadi kota pertama di Indonesia yang menerapkan kamera berteknologi tinggi itu.

“Insya Allah tahun ini sudah kelar. Kita akan menjadi kota mungkin itu. Aku nggak ngomong nanti dikira sombong. Tapi insya Allah iya (pertama kali),” kata Risma di rumah dinasnya Jalan Sedap Malam, Surabaya, Sabtu (21/9) seperti dikutip dari Detikcom.

Dia mengatakan teknologi ini yang terbaru, bukan hanya di Indonesia. “Kemarin, aku bicara di Wina juga ngomong terbaru,” tambah alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu.

Penambahan CCTV face recognition, lanjut Risma, untuk melengkapi kamera yang sudah terpasang. Saat ini pemkot sudah memasang sekitar 1.200 CCTV. Maka pada November akan ditambah sekitar 280 kamera serta memutakhirkan teknologinya.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tindak Tegas Pedagang Pakaian Bekas Impor

“Jadi yang lama itu dilengkapi dijadikan kualitasnya untuk face recognition. Jadi bisa untuk nangkap wajah. Terus ada penambahan lagi 280 titik. Jadi dari Kominfo 150, dari Dishub 130 titik ada 280 kamera. Itu nanti terkoneksi dengan data kependudukan,” papar Risma.

Menurut Risma, kamera yang telah dipasang sebelumnya juga telah mempunyai kemampuan face recognition. Namun pada penambahan kali ini lebih disempurnakan sehingga mampu terkoneksi dengan data kependudukan.

Dengan begitu, tutur Risma, seseorang yang tertangkap kamera bisa langsung dikenali datanya. Selain terkoneksi dengan data kependudukan, pemkot juga rencananya akan mengoneksikan kamera dengan pihak lain seperti Densus dan kepolisian.

“Yang kamera sekarang sudah bisa sekaliber itu cuma kita tambah lagi. Karena kita ingin bisa menangkap masalah-masalah itu. Jadi misalkan tabrak lari kemudian kita zoom dan kita bisa lihat wajahnya dan konek dengan data kependudukan, keluarlah data itu,” jelasnya.

Pihaknya juga akan mengkomunikasikan dengan pihak Densus dan kepolisian juga terkait pemasangan cctv dan koneksifitasnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*