Setelah Jabar dan Jogja, Giliran Massa Mahasiswa di Semarang Turun Ke Jalan

Ilustrasi aksi demonstrasi | Foto: antaranews.com

JoSS, SEMARANG – Setelah Senin (23/9) ribuan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Jawa Barat, Jogja, Medan dan Jakarta, hari ini, Selasa (24/9) ribuan massa mahasiswa dari 12 kampus di Semarang akan melaksanakan aksi serupa menuntut penolakan atas revisi Undang-Undang yang dinilai bermasalah.

Setidaknya ada tujuh RUU yang diajukan legislator yang bermasalah, seperti RUU KUP, RUU Ketenagakerjaan, RUU Permasyarakatan, BPJS, SDA, dan UU ITE. Sementara RUU yang dianggap berpihak revisi kepada rakyat, seperti RUU Pekerja Rumahan, RUU Adat, dan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) tak kunjung disahkan.

Koordinator aksi, Gusti Agung Pratama mengatakan aksi mereka akan dipusatkan di depan Kantor DPRD Jawa Tengah (Jateng) yang terletak di Jl. Pahlawan, Kota Semarang.

“Total akan ada sekitar 1.100 mahasiswa yang nanti bergabung bersama kami menggelar aksi menolak RUU KUHP dan UU KPK. Dengan mengusung gerakan #SemarangMelawan dan #ReformasiDikorupsi, kami akan turun ke jalan secara serenta,” ujarnya, seperti dikutip dari Solopos.com.

Baca juga: Koalisi Masyarakat Sipil Bersiap Gugat Revisi UU KPK ke MK, Istana: Silahkan

Gusti mengaku ada 12 kampus yang siap mengirimkan perwakilannya untuk bergabung dalam aksi demo. Ke-12 kampus itu antara lain yakni Undip, UIN Walisonogo, STIE Ngudi Waluyo, Unika Soegijapranata, Udinus, Unnes, Unissula, Unwahas, Polines, Unimus, dan Universitas Semarang (Usm).

“Selain dari kalangan mahasiswa ada juga beberapa aktivis dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang akan ikut serta,” ujar Gusti.

Gusti menambahkan aksi di Semarang tersebut digelar sebagai bentuk penolakan atas RUU KUHP dan UU KPK yang telah disahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selain itu, aksi itu juga merupakan bagian dari solidaritas mahasiswa di seluruh Indonesia dalam melawan kebijakan pemerintah yang dianggap kontroversi.

“Memang aksi ini kan digelar di seluruh Indonesia, secara maraton. Di Jogja acaranya tadi dengan tajuk “Gejayan Memanggi”. Sementara di Semarang, kami memilih besok karena kabarnya besok RUU KUHP akan disahkan oleh DPR,” tutur Gusti. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*