Pemerintah Pusat Hibahkan Aset Senilai Rp504 Miliar Untuk Penanganan Banjir Semarang

Ilustrasi | Foto: detik.com

JoSS, SEMARANG – Pemerintah pusat melalui Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menghibahkan aset senilai Rp504 miliar untuk penenganan banjir di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan aset tersebut berupa saluran drainase, termasuk aset stasiun pompa dan retensi, rumah susun permanen di Kudu serta jalan desa.

“Kami hari ini mendapatkan bantuan untuk drainase cukup besar, Rp504 miliar dan juga pompa polder, lalu Rusunawa. Kami mengucapkan terima kasih dan ke depan mudah-mudahan masih cukup banyak supporting anggaran dari Cipta Karya khususnya untuk bisa membuat wilayah kita menjadi lebih baik dan lebih maju,” ungkapnya saat menerima hibah tersebut dari Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR di Jakarta, pada Rabu (4/9).

Pria yang akrab disapa Hendi itu pun berkomitmen untuk merawat dan mengelola aset-aset baru tersebut agar dapat berfungsi dengan baik.

“Tahun depan akan kita anggarkan untuk pemeliharaannya. Karena banyak orang awam mengatakan orang Indonesia pintar membangun tapi merawatnya kadang-kadang lupa. Lewat program ini kami berkewajiban untuk mengelola,” tegas dia.

Baca juga: Jalur Rel Kereta Api Jogja-Semarang Akhirnya Dibangun Melayang

Hal senada disampaikan Dirjen Cipta Karya, Danis Hidayat Sumadilaga. Dia berharap aset hibah dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemerintah daerah.

“Saya mengharapkan pemerintah daerah dapat lebih optimal dalam memanfaatkan serta memelihara. Bukan masalah aset saja, bukan operasi pemeliharaan saja tapi bagaimana sustainability keberlanjutan dari aset tersebut,” ujar Danis.

Seperti ddikutip dari Sindonews.com, Stasiun Pompa dan Kolam Retensi yang dihibahkan kepada Pemkot Semarang, akan memberikan manfaat dan bernilai besar bagi penanganan banjir di Kota Semarang.

Sejak dibangun pada 2009 hingga 2016, stasiun pompa berkapasitas 35 m3/detik tersebut dapat menampung debit air sebanyak 130.000 m3. Keberadaan kolam retensi tersebut mampu mengatasi permasalahan kronis genangan banjir dan rob di Kota Semarang wilayah tengah antara Kanal Banjir Barat dan Kali Banger. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*