JoSS, MALAYSIA – Masih ingat Menteri Energi, Teknologi, Lingkungan Hidup, dan Perubahan Iklim Malaysia, Yeo Bee Yin? Dialah yang sering mengkritisi dan memprotes bahwa kebakaran hutan dan lahan di Indonesia menyebabkan kabut asap yang mencemari Malaysia.
Dia juga yang meminta pemerintah Malaysia tegas terhadap Indonesia dengan mengirimkan nota protes kepada Presiden Jokowi.
Komentar pedasnya di media sosial yang menekan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, supaya tidak menyangkal fakta bahwa kabut asap kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera telah mencemari udara negara tetangga.
Melalui pernyataannya di Facebook, Yeo menuturkan dari data yang dia punya menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia harus bertanggung jawab atas kabut asap yang telah mencemari sebagian wilayah Malaysia, terutama di Negara Bagian Sarawak.
Ternyata, suami dari Yeo Bee Yin, merupakan pemilik IOI Corporation, perusahaan induk Sukses Karya Sawit. Perusahaan ini merupakan salah satu dari empat perusahaan Malaysia yang diduga melakukan pembakaran lahan di Indonesia sehingga menyebabkan kabut asap di kawasan.
Baca juga: 4 Perusahaan Malaysia Jadi Penyebab Karhutla di Indonesia, Ini Sikap Mahatir Mohamad
Untuk menghindari konflik kepentingan dalam menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan, dia didesak mundur dari jabatannya.
Ketua sayap muda Partai Asosiasi China Malaysia, Nicole Wong, pun mendesak Yeo segera mundur demi menghindari konflik kepentingan. Nicole mencium gelagat ini karena Yeo dinilai sangat lamban menangani permasalahan kabut asap tersebut.
“Dia [Yeo] mengatakan bahwa Undang-Undang Asap Lintas Batas harus ditegakkan bagi Malaysia dan negara-negara Asia Tenggara, yang selalu terkena dampak kabut asap, tapi perusahaan suaminya merupakan salah satu dari empat yang disebut pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas kebakaran lahan,” ujar Nicole.
Melanjutkan pernyataannya, Nicole berkata, “Oleh karena itu, Yeo Bee Yin didesak untuk segera melepas jabatannya.”
Yeo langsung menanggapi desakan tersebut dengan mengatakan bahwa ia menyerahkan semua proses hukum ke tangan Indonesia.
Ia pun meminta semua pihak untuk bekerja sama menangani masalah kabut asap dengan memberikan gagasan segar. “Saya harap oposisi bisa memberikan gagasan yang lebih konstruktif untuk menangani masalah yang sudah melanda negara selama berpuluh tahun,” ucap Yeom seperti dikutip dari CNNIndoensia.
Yeo sendiri sempat beradu argumen dengan Indonesia terkait kabut asap ini hingga meningkatkan ketegangan antara kedua negara. (lna)

Leave a Reply