
JoSS, BOYOLALI – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Junita Parjanti menyatakan hingga saat ini, puncak Gunung Merbabu masih membara. Kebakaran hutan yang terjadi sejak kemarin itu terus meluas hingga di tiga wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Magelang, Boyolali dan Semarang.
Dia menjelaskan hingga Jumat (13/9) siang terdapat tujuh hotspot atau titik api yang cukup besar dan tersebar di tiga kabupaten itu. Kawasan yang terbakar pun semakin luas hingga mencapai 225 hektare.
“Luasan kawasan yang terbakar saat ini masih kita data. Luasan yang terbakar masih diperkirakan kurang lebih 225 hektare, tersebar di tujuh hotspot itu,” katanya, dikutip dari Detiknews.com.
Kawasan yang terbakar vegetasinya berupa semak belukar dan tumbuhan bawah. Namun demikian terdapat sejumlah tanaman keras yang juga ikut terbakar, antara lain akasia dekoren dan puspa.
Menurut Junita, kawasan yang terbakar masih berada di sisi atas dan jauh dari pemukiman penduduk. Titik api dari desa paling atas perjalanan jalan kaki masih sekitar 5 jam.
Diketahui, kebakaran yang melanda kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu, titik api awalnya terpantau pada Rabu (11/9) malam di wilayah Dusun Malang, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Api terus membesar dan menjalar ke arah timur dan utara.
Baca juga: Puncak Gunung Merbabu Terbakar Hebat, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup
Upaya pemadaman terkendala sejumlah hal. Antara lain cuaca saat ini yang sangat panas dan vegetasi yang terbakar berupa semak belukar dan tumbuhan bawah. Kemudian angin kencang membuat kobaran api semakin membesar dan mudah menjalar.
Namun demikian upaya pemadaman secara manual tetap terus dilakukan oleh tim gabungan, yaitu dari BTNGMb, relawan, muspika di wilayah setempat, TNI/Polri, mapala dan masyarakat sekitar. Dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi juga ikut naik membantu upaya pemadaman kebakaran di Gunung Merbabu.
Selentara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut memantau perkembangan penanganan kebakaran di Gunung Merbabu. Ia menyebut hujan buatan tidak bisa dilakukan dan ada kemungkinan akan dilakukan water bombing.
Selain itu Ganjar juga menyebut hujan buatan belum bisa dilakukan karena tidak ada awan yang mendukung di sekitar Gunung Merbabu. Ganjar sudah bertemu dengan BMKG soal itu.
Terkait water bombing, Ganjar menyebut hal itu bisa dilakukan. Namun saat ini BPBD dan KLHK sedang bekerja dan memantaunya.
“Ada kemungkinan. BPBD dan KLHK bekerja pantau terus. Kalau tidak bisa dihentikan maka kita buat water bombing,” tegasnya. (lna)

Leave a Reply