Duh, Kawasan Bunga Edelweiss di Puncak Merbabu Ikut Hangus Terbakar

Kebakaran di Gunung Merbabu, Kamis (12/9/2019) | Foto: instagram tngunungmerbabu_official

JoSS, MAGELANG – Kawasan edelweiss atau biasa disebut bunga abadi kawasan hutan Taman Nasional Gunung Merbabu, Jawa Tengah ikut hangus terbakar. Kawasan yang menjadi kebnaggaan dan tujuan para pendaki di ketinggian 2.500 Mdpl itu kini jadi abu setelah kebakaran hutan yang melanda dalam beberapa hari terakhir.

Kebakaran yang melanda kawasan hutan Gunung Merbabu sudah hampir memasuki satu pekan. Sempat dinyatakan padam pada Minggu, 15 September 2019 lalu, namun si jago merah kembali melalap gunung yang terletak di wilayah kabupaten Magelang dan Boyolali itu.

Dari pantauan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) titik api kembali terlihat di wilayah Ampel, Kabupaten Boyolali.

Kepala Seksi Wilayah I BTNGMb, Nurpana Sulaksono selain berkonsentrasi mengupayakan pemadaman api, petugas BTNGMb juga memantau habitat hewan primata langka yang berada di wilayah konservasi Taman Nasional Gunung Merbabu.

“Dikhawatirkan satwa endemik yang ada di wilayah konservatif terancam,” katanya Jumat,(20/9) VIVAnews.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu Makin Meluas Lebih dari 255 Hektare

Ia menyebutkan ada beberapa jenis satwa yang dilindungi seperti rek-rekan (monyet daun), harimau gunung, lutung dan burung elang jawa yang kini jumlahnya hanya belasan ekor.

“Sebenarnya hewan rek-rekan sangat sensitif dengan asap, namun kami belum melihat mereka turun ke perkampungan. Kami akan terus pantau,” ujarnya.

Selain mengancam satwa liar yang dilindungi, kawasan edelweis atau biasa disebut bunga abadi, juga ikut hangus terbakar. “Edelweis yang terbakar ada di ketinggian 2.500 Mdpl. Secara luasan belum bisa dihitung,” kata Nurpana.

Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu saat ini masih terus dilakukan oleh petugas BTNGMb bersama relawan dan masyarakat.

Api juga telah membakar beberapa jaringan air bersih milik warga. Akibatnya, lima desa di tiga kecamatan di Boyolali mengalami krisis air bersih karena tidak memiliki pasokan air. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*