4 Exit Tol Bandung-Cilacap Ditentukan, Tak Ada Pintu Keluar di Ciamis

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil | Foto: pikiran-rakyat.com

JoSS, BANDUNG – Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyatakan pada tahap pertama pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap telah ditentukan exit tol di empat titik, yakni satu titik di Kabupaten Bandung, dua titik di Garut, dan satu titik lagi di Kota Tasikmalaya.

Sementara itu, meski kabupaten Ciamis termasuk wilayah yang juga dilintasi jalan tol Bandung-Cilacap, kabupaten tersebut sama sekali tak memiliki akses gerbang tol seperti wilayah lainnya.

Ridwan Kamil meminta, setelah perubahan ini, para kepala daerah yang wilayahnya akan dilewati jalan tol ini tak lagi mengubah-ubah trase yang telah disepakati bersama. “Ini harus ditaati agar penetapan lokasi atau penlok yang merupakan kewenangan Pemprov Jabar bisa segera dilakukan,” katanya belum lama ini.

Dia menambahkan pembangunan jalan tol Bandung-Cilacap sepanjang 205 kilometer ini dibagi dalam dua seksi. Seksi pertama dimulai dari Gedebage, menyambung ke selatan ke Kabupaten Bandung, Garut, sampai Tasikmalaya.

Kemudian tahap dua dibangun dari Tasikmalaya-Ciamis-Banjar-Pangandaran, sampai Cilacap.

Emil, begitu Ridwan Kamil biasa disapa, juga mengatakan pengelola pembangunan tol ini sudah diputuskan. Pemilik konsorsiumnya adalah PT Jasa Marga. Pembebasan lahan sekaligus pembangunan jalan tol ini rencananya dimulai pada 2020.

“Tahap pertama Rp 60 triliun, sampai Tasikmalaya. Tahap duanya kurang lebih sama seperti itu. Pembebasan lahan sama mahalnya dengan konstruksi,” jelasnya.

Emil menegaskan rapat percepatan ini menjadi langkah finalisasi dalam penentuan trase, terutama terkait pembebasan lahan yang prosesnya panjang dan tidak mudah.

“Secara umum, 90 persen semua mengarah ke hal positif, jadi kita kebut sehingga tiba waktunya tidak ada lagi kemacetan saat Lebaran,” kata Emil.

Baca juga: Kawasan Karst Citatah Diproyeksikan Berstatus Geopark Nasional, Apa Saja Isinya?

Direktur Jalan Bebas Hambatan dan Perkotaan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahardian memaparkan jarak tempuh tahap 1 Gedebage-Tasikmalaya adalah 95,2 kilometer lalu tahap 2 Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 111 kilometer.

Hedy mengatakan, jarak 200-an kilometer ini adalah konsistensi terpanjang yang diberikan oleh pemerintah untuk pembangunan jalan tol.

Seperti dikutip dari Tribunbandung, sesuai rencana, proses usulan penetapan lokasi dilaksanakan pada Mei 2019 hingga April 2020.

Proses prakualifikasi berlangsung Oktober-Desember 2019, proses lelang pada Desember 2019 hingga Juni 2020, proses pembebasan tanah pada April 2020 hingga 2022, proses rekontruksi Tahap I segmen Gedebage-Tasikmalaya pada 2022-2024, dan tol direncanakan bisa beroperasi April 2024.

Kepala Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jabar, A Koswara, mengatakan Pemprov Jabar tengah menyelaraskan masukan-masukan dari pemerintah kota kabupaten yang akan terlintas proyek pembangunan jalan tol tersebut.

“Barusan ada beberapa usulan dari daerah yang dilalui yaitu dari Kabupaten Bandung Garut dan Tasikmalaya, Ciamis untuk perencanaan itu. Setelah itu akan ada penetapan trase setelah usulan-usulan tersebut oke. Kemudian nanti dibuat penlok, baru disosialisasikan pada masyarakat,” ujarnya.

Koswara mengatakan,  pada pertemuan tersebut Kabupatan Bandung itu meminta agar jalan tol ini diintegrasikan dengan rencana jalan lingkar Kabupaten Bandung di Majalaya, sedangkan Garut meminta adanya evaluasi trase karena mereka punya rencana pengembangan pusat pemerintahan.

“Pengembangan pusat pemerintah Garut terkena jalur tol yang minta dievaluasi itu di Banyuresmi,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*