Mulyanto Utomo Launching Buku ‘Orang Lumpuh Naik Haji’

Mulyanto Utomo (duduk di kursi roda) saat peluncuran dan bedah buku ‘Orang Lumpuh Naik Haji’, Sabtu (17/8) | Foto: Tono/joss.co.id

JoSS, SOLO – Bagi Mulyanto Utomo, faktor disabilitas tidak mengendurkan niat untuk beribadah menunaikan rukun Islam ke lima naik haji ke tanah suci Mekah. Meski dalam menjalankan ibadah haji itu salah satu kuncinya harus memiliki fisik yang prima. Baik dari kesehatan maupun mobilitasnya.

“Kebetulan saya ada keterbatasan mobilitas. Namun bukan berarti itu menjadi kendala, karena terbukti saya bisa menjalani ibadah haji dengan lancar. Memang tantangannya lebih berat dibanding dengan orang yang normal, butuh strategi dan semangat tersendiri. Pengalaman dan kisah yang saya alami di sana itulah yang saya tuliskan dalam bentuk buku.” ujarnya saat launching dan bedah buku berjudul “Orang Lumpuh Naik Haji”.

Acara ini digelar di Rumah Makan Taman Sari, Jalan Adi Sucipto,  Sabtu(17/8). Mulyanto didampingi istrinya Andriani Kusumaningrum dan pembedah buku Ustadz Bambang Nugroho Putro dari Kelompok Bimbingan Haji (KBH) Mandiri.

Sebelum acara inti launching dan bedah buku, digelar perayaan wedding anniversary pasangan Mulyanto dan Andriani yang ke-28.

Mulyanto yang juga wartawan senior ini mengatakan penyandang disabilitas meski harus duduk di kursi roda tidak menjadi halangan tetap dapat menjalani seluruh prosesi atau rukun ibadah haji di Mekah Almukaromah.

Baca juga: ‘Bumi Manusia’, Christine Hakim: Harusnya Bisa Tembus 10 Juta Penonton

Dalam cover belakang buku tertulis,  ketika seorang muslim ingin menjalankan ibadah haji dan umrah, mereka sejatinya tak sekadar butuh niat, tetapi juga benar-benar perlu ikhtiar yang nyata.

“Ini memang bukan buku agama, tetapi kisah pengalaman saya sebagai difabel paraplegia saat menjalankan ibadah umrah dan haji,” tutur Mulyanto.

Alumnus Jurusan Komunikasi Massa Fisipol UNS Solo tersebut menyampaikan bahwa ibadah haji bukanlah ibadah yang ringan untuk dijalankan. Ibadah haji perlu persiapan fisik dan mental yang benar-benar ekstra, apalagi bagi dirinya yang merupakan seorang difabel paraplegia.

“Saya tidak menyangka akhirnya bisa menjalankan ibadah haji ke tanah suci Mekah pada tahun 2017 yang lalu. Semua ini tak lepas dari berbagai dukungan yang diberikan istri, anak-anak, keluarga, dan kerabat,” ujarnya

Pasca kecelakaan mobil di tahun 2008, Mulyanto mengalami lumpuh total dari pinggang hingga ujung kaki, sehingga sehari-hari memakai kursi roda.

Jurnalis senior yang dikenal sebagai mantan Pemimpin Redaksi Koran Solopos ini mengatakan  semua riwayat proses menunaikan rukun Islam ke lima yakni naik haji diceritakan di buku “Orang Lumpuh Naik Haji” .

Sementara Ustadz Bambang Nugroho Putro dari Kelompok Bimbingan Haji (KBH) Mandiri mengatakan bahwa buku “Orang Lumpuh Naik Haji ” penuh hikmah.

“Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik dari kisah perjalanan  Mulyanto Utomo, bukan hanya saat berumrah atau berhaji saja, tetapi juga kehidupan mas Mulyanto secara umum,” ujarnya. (ton)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*