‘Bumi Manusia’, Christine Hakim: Harusnya Bisa Tembus 10 Juta Penonton

Christine Hakim | Foto: hipwee

JoSS, JAKARTA – Film Bumi Manusia menjadi sebuah film yang ditunggu, tahun ini. Mulai tayang 15 Agustus, film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan ini langsung menjadi trending topik dan mendapat respon positif dari berbagai kalangan.

Meski dengan durasi 3 jam, film ini mampu menyedot perhatian penonton untuk tidak beranjak dari tempat duduknya di dalam studio. Salah satunya adalah artis senior Christine Hakim. Usai menonton Film Bumi Manusia dirinya mengungkapkan rasa kagumnya pada film ini.

“Luar biasa, bagus banget filmnya. Ini harusnya bisa 10 juta penonton. Kalau tidak sampai 10 juta penonton, ada yang salah dengan negara ini,” kata Christine Hakim, belum lama ini.

Selain Christine Hakim, banyak lagi selebritis Indonesia yang merasa senang dengan film yang diangkat dari novel karya Pramoedya Ananta Toer ini, seperti Marcela Zalianty, Cinta Laura, Tissa Biani, dan Maudy Ayunda.

Bukan hanya itu, film Bumi Manusia juga mendapatkan apresiasi positif dari politisi dan pejabat negara seperti Budiman Sudjatmiko dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

Baca juga: Ternyata Ini Penyebab Iqbaal Ramadhan Ditampar Hanung Bramantyo

Perhatian luar biasa juga diberikan para netizen dan pemerhati film Indonesia kepada film Bumi Manusia. Seperti yang disampaikan akun @aiyebe.

“Belum sempat baca bukunya & hanya dengan review macam-macam yang memberi rating rendah untuk film ini, hingga malam ini ku buktikan sendiri. Orang itu, semuanya omong kosong #bumimanusia,”.

Pemerhati film Shandy Gasela juga menaruh hati pada film Bumi Manusia. Menurutnya, film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan, Sha Ine Febryanti, dan Mawar De Jongh, ini adalah film terbaik Hanung Bramantyo. “Bumi Manusia: Film terbaik produksi Falcon Pictures Sejauh Ini,” tulisnya.

Menurut filmindonesia.or.id, pada hari pertama penayangannya, film Bumi Manusia meski hanya 4 kali show dalam sehari, mampu mendapatkan 98 ribu lebih penonton.

Bumi Manusia, film adaptasi novel karya Pramodya Ananta Toer, ini bagian pertama dari tetralogi Buru, tiga buku lainnya yaitu Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca.

Secara garis besar, cerita berkisah tentang percintaan antara Minke (Iqbaal Ramadhan) dan Annalies Mellema (Mawar de Jongh) yang juga menjadi pengikat cerita.

Baca juga: Main di Film Mortal Kombat, Joe Taslim Bakal Berdarah-Darah

Dalam perjalanannya, penonton akan melihat Minke, seorang Jawa totok yang dekat dengan kehidupan bangsa kolonial, dalam hal ini keluarga Annalies, yang merupakan blasteran Indonesia-Belanda. Mellema, ayah Annalies dari Belanda, sementara Nyai Ontosoroh (Sha Ine Febriyanti), ibunya yang seorang gundik asli Jawa.

Minke bukanlah nama aslinya. Itu sebuah hinaan yang diucapkan bangsa kolonial. Ada yang beranggapan Minke merupakan plesetan dari kata monkey atau monyet. Nama ama asli Minke adalah Tirto Adhi Soerjo.

Sebenarnya ayah Minke cukup terpandang. Dia baru saja menjadi bupati. Namun tetap saja, ayah Minke tidak suka kedekatannya dengan Ontosoroh. Kala itu, derajat gundik sama dengan hewan peliharaan. Namun Minke berpandangan lain.

Kedekatannya dengan Nyai Ontosoroh membuka pandangannya tentang dunia Eropa. Nyai Ontosoroh juga cerminan budaya Eropa yang sedang marak saat itu. Berbeda dengan pemikiran Eropa, Nyai Ontosoroh memercikkan api perlawanan terhadap penindasan.

Tidak peduli walaupun mereka merupakan Jawa tulen. Perjuangan yang dimulai saat pengadilan akan menggugat status Annalies dari pengasuhan Nyai Ontosoroh. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*