[widget id="text-5"]

Masih Mangkal di Eks Terminal Terboyo, Dishub Usulkan Cabut Trayek Bus

Ilustrasi | Foto: youtube

JoSS, SEMARANG – Dinas Perhubungan Kota Semarang meminta Pemprov Jateng untuk menindak tegas bus AKDP yang masih nekat mangkal di eks Terminal Terboyo, Semarang. Jika tilang sudah tidak bisa membuat jera, maka diusulkan untuk pencabutan izin trayek bus tersebut.

Dalam operasi gabungan yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang Dishub Provinsi Jateng dan Polrestabes Semarang di eks Terminal Terboyo, sedikitnya 32 bus terjaring razia.

Kepala Bidang Pengendalian dan Penertiban Dishub Kota Semarang, Danang Kurniawan mengatakan penindakan tilang di lokasi tersebut sudah beberapa kali dilakukan oleh pihaknya bersama tim gabungan. Meski jumlah armada semakin berkurang,

Danang tetap geram terhadap armada yang tetap nekat mangkal di lokasi itu. Dishub Kota Semarang memang hanya memiliki kewenangan sebatas penilangan. Setelahnya, kewenangan ada pada Dishub Provinsi Jateng. Dia berharap, pihak provinsi dapat memberikan sanksi yang membuat jera para armada bus.

Baca juga: Capai Progres 94% Revitalisasi Pasar Johar Semarang Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

“Untuk AKDP kami serahkan ke provinsi, sedangkan bus AKAP kami laporkan ke kementrian. Manakala tidak bisa dibina, sudah kena tilang beberapa kali, kami mohon evaluasi untuk izin trayeknya bisa dicabut atau dibekukan sementara,” katanya, seperti dikutip dari Kabar24, Kamis (8/8).

Dia menuturkan razia tersebut dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada para pengguna jasa angkutan bus baik dalam maupun luar kota.

“Kami lakukan operasi gabungan sasarannya angkutan umum, bus, yang nekat ngetem di eks Terminal Terboyo,” katanya.

Menurutnya, operasi ini menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait masih banyaknya armada yang mangkal di eks Terminal Terboyo.

Padahal, pada akhir tahun 2018 lalu, pihaknya telah menyosialisasikan kepada para armada bus dan masyarakat bahwa Terminal Terboyo sudah beralih fungsi bukan menjadi terminal penumpang lagi.

“Banyak yang masih ngetem disana, ini membuat masyarakat bingung sebenarnya tempat ini berfungsi atau tidak, mereka naiknya dari mana. Selain itu, tempat ini masih dimanfaatkan beberapa oknum, seperti calo, copet, lokasinya juga menjadi kumuh, dan kesannya seperti terminal bayangan,” ujarnya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


[widget id="text-3"]