JoSS, SOLO – Pembangunan terminal baru Bandara Adi Soemarmo Solo saat ini tengah masuk tahapan finishing. Terminal keberangkatan ini rencananya bakal mulai dioperasikan pada 1 Agustus mendatang, dengan kapasitas jumlah calon penumpang mencapai 3.600 orang.
Human Capital and General Affair Section Head Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Dedy Suwastono mengatakan terminal baru yang akan digunakan sebagai terminal keberangkatan ini kapasitas tampungnya lebih banyak dibandingkan terminal lama yang hanya sebanyak 2.000 orang.
“Khusus pada “boarding lounge” terminal baru ini memiliki kapasitas sebanyak 700orang. Sedangkan untuk kapasitas “check in” juga ada penambahan dari 18 loket menjadi 26 loket,” katanya seperti dikutip dari Antara, Rabu (24/7)
Pada kesempatan yang sama, Engineering Architec PT Pembangunan Perumahan (PP) Herren WA mengatakan untuk terminal baru diperkirakan bisa beroperasi pada 1 Agustus 2019. Sedangkan persiapan pemindahan dari terminal bandara lama ke terminal baru rencananya terlaksana akhir bulan ini.
“Pemindahan terminal baru juga termasuk memboyong tenant yang ada di terminal bandara lama. Di terminal baru ini ada 30 stan tenant yang disediakan oleh PT Angkasa Pura,” katanya.
Seperti diketahui, terminal baru Bandara Adi Soemarmo Solo ini kental dengan suasana Jawa mulai dari pintu masuk hingga boarding lounge atau ruang tunggu penumpang sebelum masuk pesawat.
“Nuansanya lokal sekali, kami banyak mengangkat batik,” kata General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Abdullah Usman, belum lama ini.
Baca juga: Sering Kehabisan Kamar, Solo Masih Butuh Tambahan Hotel Bintang 5
Dari pantauan, lantai pada pintu masuk terminal menggunakan berbagai macam motif batik. Saat memasuki ruang check in, terlihat pada dinding atas loket menggunakan motif batik parang dengan teknik cap.
Sedangkan pada boarding lounge tepatnya di bagian atap, terlihat penggunaan kayu dan di tengahnya dibentuk menyerupai motif kawung.
“Bulan Juli kita verifikasi fungsi masing-masing alat dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. Begitu sudah selesai dan layak beroperasi semua baru kita ‘running’ (beroperasi, red) pada tanggal 1 Agustus,” katanya.
Ia mengatakan jika di terminal lama jumlah loket untuk check in hanya 18, di terminal baru ini jumlahnya ditambah menjadi 26 loket dan dipisahkan untuk masing-masing maskapai. “Sama dengan di terminal lama, untuk terminal baru ini luasnya mencapai 13.000 m2,” katanya.
Sementara itu, peningkatan fasilitas tersebut akan diiringi dengan penambahan jumlah rute terbang melalui Bandara Adi Soemarmo, salah satunya rute Kunming (Tiongkok)-Solo-Kunming per tanggal 1 Agustus 2019.
“Penerbangan ini menggunakan pesawat Citilink 320 Neo dengan kapasitas 180 orang. Selain itu, kemungkinan Batik Air juga akan menambah rute Madinah dengan menggunakan pesawat jenis 330 Neo,” katanya.
Untuk rute domestik, dikatakannya, Citilink akan membuka rute Solo-Bandung.
“Targetnya dengan penambahan rute-rute baru ini dapat mendongkrak jumlah penumpang. Jika sekarang jumlah penumpang melalui bandara ini sekitar 6.000 orang/hari harapannya ke depan bisa mencapai 22.000 orang/hari,” katanya. (lna)

Leave a Reply