Waspada, Ini Yang Terjadi Jika Lingkar Perut Terus Bertambah

Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Pada usia diatas 20 tahun, bertambahnya lingkar perut bisanya terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Beberapa kalangan masyarakat menganggap hal ini wajar, apalagi bagi wanita yang sudah memiliki keturunan.

Padahal, ada bahaya kesehatan mengintai di balik meningkatnya lebarnya lingkar perut atau pinggang. Lingkar pinggang yang lebar terjadi akibat menumpuknya lemak di sekitar perut atau disebut dengan istilah “obesitas sentral”.

Profesor Epidemiologi dari Universitas Iowa, Wei Bao mengatakan meski seseorang tidak gemuk, namun bisa saja mengalaminya. Seseorang disebut memiliki obesitas sentral jika ukuran lingkar perutnya lebih dari 88,9 cm.

Menurutnya kondisi ini ternyata sangat berbahaya bagi wanita, terutama yang berusia di atas 49 tahun karena meningkatkan risiko kematian dini akibat berbagai penyakit.

“Saat melihat risiko kesehatan pasien, dokter seharusnya tidak hanya melihat dari berat badan saja tapi juga bentuk tubuh,” katanya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Dia menjelaskan ketika seseorang memiliki berat badan normal, tapi lingkar perutnya besar, maka prosentasi bobotnya paling besar berasal dari lemak, bukannya otot. Dan semua lemak itu adalah ancaman kesehatan.

Baca juga: Tips Agar Anak Suka Konsumsi Makanan Sehat

Dalam penelitian yang dilakukan Bao yang mengikuti riwayat kesehatan 156.000 perempuan berusia 50-79 tahun di AS, ditemukan dua penyebab kematian wanita pemilik lingkar perut besar, yakni penyakti jantung dan kanker yang terkait obesitas.

Menurut Bao, saat ini panduan klinis bagi dokter hanya melihat indeks massa tubuh (BMI) seseorang. Dengan cara itu, bisa saja orang yang sebenarnya masuk dalam kelompok beresiko, misalnya karena lingkar perut besar, masih dianggap ‘sehat’.

Dr.Guy Mintz yang juga terlibat dalam studi itu menjelaskan, lemak visceral di perut yang berkaitan erat dengan inflamasi kronik, adalah kelebihan produksi insulin.

“Gabungan dari factor tersebut, lemak visceral, inflamasi, dan insulin, dapat memicu diabetes, membuat pembuluh darah kaku dan mengeras sehingga beresiko sakit jantung,” katanya.

Kondisi tersebut bukanlah akhir, karena dengan penurunan berat badan yang sehat, risikonya bisa ditekan. Yang terpenting adalah berat badan turun secara keseluruhan, karena faktanya tidak ada diet yang bisa mengurangi lemak di area tubuh tertentu saja. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*