Hampir Rampung, Bendung Gerak KBB Digadang Mampu Atasi Rob Semarang

Bendung Gerak di Kanal Banjir Barat Semarang | Foto: dok Kemenpupr/antara

JoSS, SEMARANG – Pembangunan Bendung Gerak di Kanal Banjir Barat (KBB) capai 92% atau lebih cepat dari target rencana penyelesaian. Bendung gerak ini digadang mampu atasi masalah rob Kota Semarang, tinggi muka airnya juga bisa diatur sehingga dapat dijadikan wahana wisata.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, nantinya bendung gerak KBB ini berfungsi sebagai penahan intrusi air laut dan menjaga debit air, serta penggelontoran (flushing) sedimen sungai untuk pengendalian banjir di wilayah barat Kota Semarang.

“Pada saat musim hujan, bendung ini akan berfungsi menahan aliran air sungai yang masuk KBB dan pada saat elevasi 2,5 meter, kemudian akan dialirkan ke laut. Sementara saat musim kemarau, bendung sepanjang 155,5 meter tersebut berfungsi sebagai penampungan air atau long storage berkapasitas 700.000 m3,” jelasnya, seperti dikutip dari Liputan6.com, Sabtu (27/7).

Sebagai informasi, Bendung KKB yang memiliki 4 span pintu ini dikerjakan sejak November 2017 lalu oleh kontraktor PT Adhi Karya dan PT Minarta lewat skema Kerja Sama Operasi (KSO) dengan nilai kontrak Rp 147,24 miliar.

Bangunan ini juga dilengkapi dengan rumah pompa dan rumah jaga untuk operasionalisasi bendung. Pekerjaan pembangunan ditargetkan selesai pada November 2019.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Ruhban Ruzziyatno menyampaikan, rampungmya pembangunan bendung gerak KBB selain untuk pengendalian banjir juga akan menjadi kawasan wisata baru Kota Semarang.

Baca juga: Konsorsium Pemenang Lelang Tol Semarang – Demak Segera Bentuk BUJT

“Tinggi muka air Kanal Banjir Barat dapat dikontrol sehingga bisa dimanfaatkan untuk wisata air maupun arena perlombaan seperti perlombaan perahu naga atau dayung. Ditambah lagi terintegrasi dengan pembangunan air mancur menari di Jembatan Sungai KKB yang dibangun Pemerintah Kota Semarang,” tuturnya.

Sementara untuk musibah banjir rob yang kerap menimpa sisi Utara Kota Semarang, ia mengabarkan, saat ini sudah jauh berkurang berkat adanya pembangunan sejumlah infrastruktur pengendali banjir dan rob yang dilakukan Kementerian PUPR bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kota Semarang.

Konstruksi infrastruktur itu terbagi ke dalam dua paket. Pada paket I, dilakukan pembuatan kolam retensi Banjardowo berkapasitas 30 ribu m3 sebagai tempat parkir air pada musim hujan, normalisasi serta perbaikan parapet Kali Sringin, termasuk pembangunan pintu muara, Polder Kali Sringin, dan tanggul rob sepanjang 2,1 km mulai dari Universitas Sultan Agung hingga Rumah Pompa Kali Sringin.

Sementara itu, Paket II berupa pembuatan kolam retensi Rusunawa Kaligawe berkapasitas 66 ribu m3, pembangunan pintu muara dan Polder Tenggang di muara Kali Tenggang, dengan tanggul penahan di kawasan terminal dan industri Terboyo, hingga normalisasi serta perbaikan parapet Kali Tenggang. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*