
JoSS, SUKORARJO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempersilakan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, masuk bursa calon Wali Kota Surakarta. Dari hasil survei publik yang dilakukan Unisri Surakarta, 90% responden memilih ayah Jan Etes ini unggul dalam bursa Pilwalkot Surakarta untuk periode 2020-2025.
“Silakan, saya demokratis, yang penting di setiap jabatan atau karier apa pun harus tanggung jawab,” kata Jokowi saat bersama keluarganya menikmati kuliner Warung Makan Ayam Goreng Mbah Karto Tembel, Jalan Jaksa Agung Raya Suprapto, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Minggu.
Sebagai orang tua, Jokowi mempersilakan anak-anaknya untuk mengambil keputusan, termasuk ketika berjualan martabak, bahkan ada yang memutuskan jualan pisang. “Saya paksa untuk pengelola atau memegang pabrik, mereka juga tidak mau. Dipaksa-paksa kalau tidak mau gimana?” kata Jokowi.
Jokowi lantas menekankan, “Kemandirian dan tanggung jawab itu saja kalau saya,” tegasnya seperti dikutip dari Antara.
Ia mengatakan bahwa politikus sekarang memang anak-anak muda yang memegang peran karena dunia yang berubah sangat cepatnya. Ketidakpastian yang selalu mengintai, ketidakterdugaan yang selalu muncul, dan tidak diperhitungkan.
“Hal ini yang merespons dengan cepat adalah anak muda. Hal ini semua negara sama lagi tren, termasuk Indonesia seperti itu,” kata Jokowi.
Baca juga: PDIP dan Nasdem Dukung Gibran Masuk Bursa Pencalonan
Menanggapi hal itu, Gibran Rakabuming Raka, mengapresiasi hasil survei bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Surakarta yang digelar oleh Universitas Slamet Riyadi (Unisri) beberapa waktu lalu.
“Baru kemarin saya baca surveinya. Saya sangat mengapresiasi. Terima kasih warga Solo yang sudah memberi penilaian yang positif untuk saya,” katanya.
Terkait hal itu, ia mengatakan, tidak ada arahan dari keluarga, terutama orang tua. “Pada intinya di keluarga saya, bapak ibu sangat demokratis. Dari dulu prinsipnya saya harus mandiri,” katanya.
Termasuk ketika memutuskan menjadi pengusaha, ia diminta oleh orang tua agar menjadi pengusaha yang mandiri. “Kalaupun jadi politikus ya jadi politikus yang mandiri. Bapak tidak pernah memaksa apa pun, tidak pernah mengarahkan harus ke sini atau ke sana. Semua bebas, semuanya harus mandiri,” katanya.
Ia mengakui selama ini tidak pernah melakukan aktivitas politik. Hal itu terlihat dalam laman sosial media, baik instagram maupun twitter miliknya.
“Kalau teman-teman lihat di sosial media saya, saya dan Kaesang kan masih melakukan aktivitas yang saya lakoni seperti biasa. Masih fokus menjalani bisnis, ekspansi bisnis,” katanya.
Sementara itu, disinggung mengenai ada atau tidaknya partai politik yang sudah melakukan komunikasi dengan bapak satu anak ini, ia hanya tersenyum. “Nanti lagi ya,” katanya sambil berlalu. (lna)

Leave a Reply