
JoSS, JOGJA – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY merencanakan uji coba Malioboro bebas dari kendaraan bermotor pada 18-20 Juni mendatang. Hal itu ditentang oleh Para pengusaha toko Malioboro yang tergabung dalam Perkumpulan Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY).
Kepala UPT Malioboro Ekhwanto mengaku pembahasan terkait uji coba kawasan Malioboro bebas kendaraan bermotor telah dirapatkan pada Rabu (29/5). Hasilnya, Dishub DIY akan menerapkan uji coba pada 18-19-20 Juni mendatang.
“Selama tiga hari. Yang boleh masuk hanya becak, andong, sepeda dan Trans Jogja. Untuk jamnya Dishub nanti yang merinci,” katanya, belum lama ini.
UPT Malioboro, katanya, hanya sebatas membantu kelancaran uji coba itu. Apalagi di jalanan nantinya tidak ada kendaraan bermotor sehingga rencana tersebut melibatkan semua instansi. Soal parkir kendaraan nantinya, kata Ekhwanto sudah disiapkan oleh Dishub.
“Sebelum uji coba pastinya ada sosialisasi, di mana parkir untuk unit-unit perkantoran dan lainnya. Setelah diuji coba pasti juga akan ada evaluasi,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo menjelaskan penerapan Malioboro sebagai kawasan pedestarian murni masih membutuhkan persiapan. Salah satunya dengan uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor. Uji coba tersebut, kata Sigit belum dilakukan secara total. Dishub hanya menutup Jalan Abu Bakar Ali hingga Titik Nol Kilometer.
Rencananya, uji coba digelar dua kali dalam seminggu. Kendaraan bermotor nantinya diparkir di tempat parkir khusus (TKP) baik TKP Abu Bakar Ali, Senopati, Sriwedani, Beringharjo dan Ngabean. “Yang boleh melintas, hanya becak, andong, sepeda dan Trans Jogja,” kata Sigit.
Baca juga: Pelayanan SIM di Yogyakarta Tutup Selama 10 Hari
Uji coba tersebut, lanjut Sigit, juga tidak mengubah jalur lalu lintas yang ada saat ini. Jalur lalu lintas di Jalan Mataram masih dua arah, sementara jalur lalu lintas di Jalan Bhayangkara masih satu arah ke Utara.
Uji coba yang dilaksanakan nanti juga untuk mengumpulkan masukan dari berbagai pihak sebelum sterilisasi kendaraan bermotor di Malioboro diterapkan secara permanen.
Menanggapi hal itu, Ketua PPMAY Sadana Mulyono mengatakan rencana Malioboro bebas kendaraan bermotor mereka tolak karena selama ini pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah.
Padahal mereka (PPMAY) juga merasakan dampak dari kebijakan yang dilakukan. “Kami tidak setuju dengan pembebasan kendaraan bermotor di Malioboro. Selain kami tidak pernah diajak rembuk, kami resah dengan kebijakan tersebut,” katanya Sabtu (1/6)
Menurutnya, banyak pertanyaan yang muncul ketika uji coba Malioboro bebas kendaraan bermotor digelar. Mulai akses masuk para pemilik toko, pelanggan dan pengunjung Malioboro, kendaraan mereka akan diparkir di mana?
“Kalau parkir di Abubakar Ali, kemudian mau belanja di lokasi (Malioboro) yang tengah. Mau nggak berjalan kaki? Intinya rencana tersebut membuat meresahkan kami. Penghasilan akan turun sekitar 50%,” katanya. (lna)

Leave a Reply