Menhub Dukung Masuknya Maskapai Asing

Ilustrasi | Foto: google

JoSS, JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik wacana tentang maskapai asing bisa ikut masuk menggarap rute-rute penerbangan yang ada di Indonesia.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusulkan maskapai asing bisa ikut menggarap pasar transportasi udara di Indonesia. Usulan ini disampaikan sebagai respons mahalnya harga tiket pesawat.

Kehadiran maskapai asing bisa menciptakan kompetisi di antara maskapai sehingga harga tiket pesawat bisa bersaing, dan tentunya dibarengi juga jaminan keamanan dan keselamatan penerbangan.

Menurut Menhub kehadiran maskapai asing menggarap bisnis penerbangan di Indonesia akan menambah jumlah pemain di transportasi udara, sehingga dari sisi supply dan demand akan seimbang dan ujungnya harga tiket turun.

“Bukan asingnya tetapi kompetisinya. Teori basic economy kan gitu. Harga akan jadi lebih fair. Kalau supply sedikit demand banyak harga tinggi,” ujarnya, belum lama ini seperti dikutip dari Bisnis.com

Kendati demikian, dia menekankan bahwa ada sejumlah ketentuan yang perlu dilihat dan dipatuhi terkait hal ini.

Baca juga: Penurunan Tarif Tiket Pesawat Belum Mampu Dongkrak Bisnis Penerbangan

Salah satunya adalah terkait dengan kepemilikan penyedia layanan penerbangan asing yang masuk ke Indonesia di mana setidaknya 51% kepemilikan harus dari dalam negeri.

Dia menyebutkan, kepemilikan 51% dalam negeri itu itu tak melulu harus oleh maskapai penerbangan juga.

“Ownership harus dengan orang lokal. Ga mesti dengan orang yang punya bisnis penerbangan,” katanya.

Hal berikutnya, adalah terkait dengan rute. Maskapai asing yang masuk ke Indonesia tidak boleh hanya mengambil rute-rute gemuk saja tetapi juga rute-rute ke daerah perintis.

Kendati demikian, sejauh ini belum ada pembahasan terkait perbandingan jumlah rute gemuk dan rute perintis yang bisa dan harus diambil oleh maskapai asing. Menurutnya, hal ini perlu dibahas mendalam dengan pihak terkait seperti Indonesian National Air Carrier Association (INACA) dan lainnya.

Adapun, untuk menghindari kalah saing, maskapai dalam negeri pun diminta untuk terus berbenah dan menata diri. Dia pun yakin bahwa maskapai dalam negeri tangguh dan siap menghadapi persaingan.

Senada, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan usulan tersebut bisa dipertimbangkan guna menurunkan harga tiket. Sebab, saat ini hanya terdapat dua pemain yang mengusai penerbangan di dalam negeri, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air. Semakin banyak maskapai di dalam negeri maka harga tiket diharapkan bisa tertekan turun. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*