Aksi Teatrikal ‘Jokowi – Prabowo’ Bagi Takjil

Gubernur Ganjar berpose dengan pasangan capres kenakan topeng wajah Jokowi - Prabowo | Foto: tono/joss.co.id

JoSS, SOLO – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengapresiasi acara tasyakuran ber ‘temu’ nya pasangan calon (paslon) Jokowi – KH Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno di Plasa Manahan kompleks patung proklamator Soekarno, Jumat (31/5) petang.

Masyarakat akar rumput merindukan persatuan kesatuan setelah sempat terbelah karena pemilihan presiden. Kegiatan mempertemukan dua sosok bertopeng wajah Jokowi dan Prabowo ini merupakan gerakan simbolis masyarakat lapis bawah yang menginginkan persatuan warga bangsa, setelah sempat terkoyak karena Pemilu.

Awalnya, salh satu tokoh olah raga Solo, purnawirawan TNI Kopral Purn Partika Subagyo Lelono atau akrab disapa Kopral Bagyo bersama dengan dua pasangan Capres-Cawapres mengenakan topeng wajah Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno membagikan takjil di Plasa Manahan, Jalan Adi Sucipto Banjarsari, Kota Solo, Jumat (31/5/2019) petang.

Tiba-tiba ikut bergabung di kerumunan massa, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Kopral Bagyo yang menginisiasi acara mengatakan kegiatan masyarakat yang menghadirkan sosok mengenakan topeng wajah Jokowi – Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno, merupakan refleksi kerinduan akan rekonsiliasinya pasangan capres/ cawapres untuk menyongsong persatuan Indonesia.

Baca juga: Car Free Day Solo Diliburkan selama 2 pekan

“Masyarakat akar rumput merindukan persatuan kesatuan setelah sempat terbelah karena pemilihan presiden. Kegiatan mempertemukan dua sosok bertopeng wajah Jokowi dan Prabowo ini agar segera tercipta rekonsiliasi di masing-masing pihak,” ujar Kopral Bagyo disela kegiatan tersebut.

Tasyakuran yang diikuti ratusan warga   ini juga dibumbui dengan aksi happening art,  diawali orasi masing-masing Capres-Cawapres bersama pendukungnya. Sempat terjadi gesekan antar pendukung.

Namun, segera ditengahi oleh Kopral Bagyo dan memberikan nasehat bahwa jangan terpecah belah lantaran beda pilihan politik. Setelah itu, kedua Capres-Cawapres saling berangkulan bersama, demikian pula  masing-masing pendukung militannya berikrar untuk saling rukun.

Aksi tersebut, ditutup dengan saling saling  menyuapi antara Jokowi dengan Prabowo dengan menggunakan klenyem yang memiliki filosofi adem ayem dan air kendi yang telah disediakan.

“Jangan terpecah hanya dengan beda pilihan politik,” tegas Bagyo.

Sementara Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh warga Solo tersebut. Menurutnya, saat para elit tidak banyak berbicara namun rakyat mendorong untuk terciptanya rekonsiliasi tersebut.

“Rakyat merindukan kesejukan di tengah kondisi pasca Pilpres yang suhu politik sempat memanas. Sehingga, masyarakat juga tenang dan kembali beraktifitas membangun di segala lini kehidupan  ,” papar Ganjar. (ton/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*