JoSS, SURABAYA – PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) baru saja menambah jumlah gardu transaksi sebanyak 12 unit. Sebelumnya, hanya ada sepuluh gardu. Empat untuk exit dan enam sisanya untuk entrance. Kini, total ada 22 gardu di Warugunung.
Manajer Operasional Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) Ervan Affandi mengatakan gardu tambahan itu dioperasikan sejak H-10 Lebaran. Diharapkan, antrean panjang yang sempat terjadi tahun lalu tidak terulang tahun ini.
“Ada tambahan 12 pintu, 7 untuk keluar dan 5 untuk masuk,” jelasnya, seperti dikutip dari Jawapos, Minggu (2/6) malam.
Sementara itu, volume kendaraan di Tol Ngawi Surabaya terpantau lancar. Kepala Satuan Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Polisi Bambang Sukmo Wibowo menjelaskan, berdasarkan pengalaman Lebaran tahun lalu, kendaraan pemudik dari arah Jakarta mulai menyesaki jalan Tol Ngawi-Surabaya pada H-5.
“Tapi ternyata sampai sekarang (arus lalu lintas Tol Ngawi-Surabaya)normal-normal saja,” katanya, Minggu (2/6).
Baca juga: Pemudik, Jangan Lewatkan Mampir Di Rest Area Termegah KM 429 Tol Semarang – Solo
Hingga H-3 Lebaran, tercatat belum padat. Sebaliknya, terjadi peningkatan jumlah kendaraan hingga 48,6 persen dibandingkan hari-hari biasa dari arah timur atau Surabaya menuju Mojokerto atau Ngawi.
Ada beberapa faktor jalan Tol Ngawi-Surabaya masih lengang pemudik. Pertama, kata Bambang, kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Timur hanya sekira 20 persen. Pemudik terpecah-pecah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. “Untuk Tol Trans Jawa, pemudik dari Jakarta hanya 20 persennya masuk Jawa Timur,” katanya.
Faktor kedua libur panjang, baik untuk pekerja maupun sekolah. Pemudik, kata Bambang, dengan bebas untuk memilih waktu kapan berangkat mudik, yakni antara Sabtu atau Minggu, 1-2 Juni 2019. “Faktor lainnya ialah sejak tanggal 30 Mei truk sudah tidak jalan, kecuali hanya yang mengangkut sembako. Itu sangat luar biasa pengaruhnya,” ujarnya.
Bambang memperkirakan, puncak arus mudik yang melintasi Tol Ngawi-Surabaya akan terjadi pada H-3 Lebaran atau pada Minggu, (2/6). “Kemungkinan malam ini (H-3) karena melihat dari Cikampek sampai Brebes Barat itu kan sudah one way, pasti mereka akan menunggu pemudik dari sana, bagus apa enggak, kalau sudah oke, mereka pasti akan berbondong-bondong,” ujarnya. (lna)

Leave a Reply