
JoSS, SEMARANG – Tenaga Kerja Asing (TKA) di Kota Semarang rata-rata didominasi tenaga kerja di bidang pendidikan seperti tenaga kerja guru di sekolah internasional.
Menurut data di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang menyebut tahun 2019 ini jumlah TKA di Kota Semarang mengalami penurunan.
Saat ini tercatat hanya ada 124 TKA di Kota Lumpia. Jumlah tersebut menurun dibanding tahun sebelumnya sebanyak 226 TKA.
Kepala Disnaker Kota Semarang, Iwan Budi Setyawan mengatakan, penurunan jumlah TKA tersebut dipengaruhi adanya peraturan yang dituangkan di dalam Perpres Nomor 20/2018.
“Karena dalam Perpres kalau levelnya pemilik saham, direktur, komisaris, tidak perlu memakai IMTA (Izin Menggunakan Tenaga Asing). Jadi mereka bisa menggunakan visa berlibur untuk masuk ke Kota Semarang,” kata Iwan, Selasa (7/5) seperti dirilis Jatengtoday.com.
Baca juga: Terpidana Kasus Pembobolan Kasda Ngaku Beri Fee Pada Tiga Walikota Semarang
Tetapi untuk jumlah 124 TKA yang terdaftar di Disnaker Kota Semarang semua pengguna IMTA. “Di Semarang, kebanyakan mereka bekerja di sektor pendidikan. Seperti halnya guru di sekolah internasional. Selain guru, juga manager dan peneliti pengembangan sebuah perusahaan asing,” katanya.
Lebih lanjut, kata Iwan, sejumlah perusahaan maupun sekolah internasional di Kota Semarang cenderung tertib dalam melakukan pelaporan terkait TKA.
“Mereka punya resiko kalau tidak lapor bisa kena blacklist, sehingga kesadaran perusahaan maupun sekolah internasional di Semarang ini cukup baik. Berbeda di beberapa wilayah lain banyak yang mempekerjakan tenaga kerja asing secara sembunyi-sembunyi,” imbuhnya.
Kendati demikian, pihaknya mengaku terus melakukan pengawasan terhadap keberadaan TKA di Kota Semarang. Namun untuk penindakan, Dinasker Kota Semarang tidak memiliki kewenangan.
“Kami maksimalkan bidang pengawasannya. Terkait IMTA, kami hanya memberi rekomendasi. Selanjutnya diteruskan ke Imigrasi dan Dinaskertrans Jawa Tengah. Dalam pengurusan IMTA, tenaga kerja asing juga wajib memiliki kemampuan berbahasa Indonesia,” katanya. (Wiek/lna)

Leave a Reply