DIY dan Pusat Sepakat, Tak Ada Jalan Tol Ke YIA

Yogyakarta International Airport (YIA) | Foto: bisnis.com

JoSS, JOGJA – Sekda DIY Gatot Saptadi menegaskan sudah tidak ada lagi persoalan rencana pembangunan jalan tol di wilayah Jogja. Terkait penolakan Sultan terhadap rencana tersebut, kini sudah mencapai kesepakatan. Tak ada jalan tol ke Yogyakarta International Airport (YIA).

Dia menambagkan baik Pemda DIY maupun Pusat sudah ada kesepakatan dengan arahan Gubernur DIY. Misalnya jalan tol tidak mengarah ke bandara baru di Kulonprogo tersebut.

“Itu sudah disepakati oleh Kementerian PU. Positif, ada kesepakatan. Arahan Gubernur disetujui oleh Pak Menteri. Tidak ada jalan tol yang langsung menuju ke Bandara YIA,” katanya seperti dikutip dari Harianjogja.com, belum lama ini.

Setelah tidak ada permasalahan dengan trase tol yang tidak melewati YIA, kata Gatot, saat ini hanya tinggal tindak lanjut teknis dari Kementerian PU. Nanti tol Jogja-Cilacap hanya lewat Purworejo ke Barat saja. “Lokasi di Purworejo apakah dekat atau jauh dengan bandara YIA, nanti dilihat lokasinya,” katanya.

Baca juga: Ketua DPRD Jateng Desak Tol Bawen-Jogja Dipercepat

Disinggung soal keberlanjutan tol Jogja-Bawen, Gatot mengaku tidak ada persoalan. Trase Jogja-Bawen tetap dilakukan mulai dari Karangtalun hingga Ringroad Barat. Adapun saat ini, dilakukan pembahasan trase tol Jogja-Solo. “Masalah trase Jogja-Bawen sudah pasti [disepakati], tinggal Jogja-Solo. Tinggal nanti dibahas dengan pusat, yang penting izinnya [IPL] di sini,” katanya.

Nantinya, kata Gatot, antara tol Jogja-Bawen tetap menyambung dengan Jogja-Solo. Penyambung kedua jalan tol tersebut direncanakan di jalan Ringroad. “Perencanaan tol Jogja-Solo terus berproses. Tinggal penentuan trasenya. Kalau semua [syarat] sudah selesai bisa segera dilelang. Itu nanti dilakukan semuanya oleh pusat,” katanya.

Dia menegaskan Sultan pada dasarnya tidak menolak program pembangunan jalan tol di DIY. Sultan hanya meminta agar pembangunan tol jangan sampai berdampak secara ekonomi kepada masyarakat. “Sultan tidak menolak [tol]. Filosofinya seperti ini, jangan hanya melihat tol sebagai akses antarwilayah tetapi juga hal lainnya, pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat,” katanya. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*