
JoSS, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang memastikan akan menutup kompleks lokalisasi terbesar di kota ini, resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan Sunan Kuning sebelum 17 Agustus 2019. Gantinya, kawasan ini akan dijadikan sentra kuliner.
Hal itu disampaikan Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang, Fajar Purwoto, dalam rapat terbatas yang membahas rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning di kantor Satpol PP, Jalan Ronggolawe Semarang, Kamis (13/6).
Rapat itu dihadiri Polrestabes Semarang, Dinas Sosial Kota dan Dinas Sosial Propinsi Jawa Tengah, Camat Semarang Barat dan Ketua Paguyuban Resos Argorejo Suwandi, serta beberapa pihak terkait yang lain.
Menurut Fajar, dengan rencana penutupan ini, diharapkan para penghuni wisma yang ada kompleks tersebut akan berhenti dari profesinya sebagai pekerja seks komersial dan kembali ke kampung halaman masing-masing.
Baca juga: SK Ditutup, Kekerasan Seksual Sulit Terkontrol
Sementara itu, bagi pemilik rumah, diimbau untuk tidak lagi menyewakan rumah untuk praktik prostitusi. Satpol PP berencana melakukan sosialisasi pada Selasa pekan depan.
“Kami akan mengumpulkan para mucikari, pemilik karaoke dan pemilik rumah serta tokoh masyarakat setempat yang ada di kompleks itu pada Selasa (18/6) mendatang untuk sosialisasi,” kata Fajar seusai rapat, seperti dikutip dari Antara.
Dia menambahkan, proses penutupan ditargetkan selesai pada Juli mendatang dan selanjutnya akan digunakan sebagai sentra kuliner. Hal itu juga untuk memberikan altertantif pendapatan bagi warga sekitar yang terdampak dari penutupan lokalisasi ini.
“Pertengahan Juli selesai, selanjutnya rembukan dengan warga untuk menghidupkan lokasi ini sebagai pusat kuliner. Dengan demikian, warga setempat tetap memiliki mata pencaharian untuk menopang perekonomian mereka,” kata Fajar.
Sementara itu, Ketua Resos Argorejo, Suwandi menyambut baik rencana Pemerintah Kota tersebut. Suwandi berharap, penutupan kompleks Argorejo tidak menimbulkan dampak negatif di lingkungan sekitar.
Sampai saat ini, kata Suwandi, penghuni lokalisasi Sunan Kuning sebanyak 486 orang. “Kami tidak menerima anggota lagi. Kami ingin membantu pemerintah dalam mengentaskan para pekerja seks komersial untuk kembali menempuh perjalanan hidup secara lebih manusiawi” kata Suwandi. (lna)

Leave a Reply