Terendam Banjir, Sawah 150 Hektare di Desa Jambean Terancam Gagal Panen

Ilustrasi | Foto: google

JoSS, PATI – Lahan sawah seluas 150 hektar di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, sudah enam bulan terendam banjir akibat luapan Sungai Juwana. Selain ancaman gagal panen, bisa dipastikan  musim tanam  di daerah lumbung padi tersebut akan mundur.

“Genangan banjir di lahan sawah desa kami luasnya mencapai sekitar 150 hektare. Bahkan  genangan semakin meluas,” ujar Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Darma Tirta Sumber Makmur Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Kamelan,seperti yang dilansir darisuaramerdeka.com, Jumat (3/5).

Lahan yang berada dekat dengan alur sungai, lanjut dia, kerap tergenang dan surutnya relatif lama. Pemilik lahan hanya dapat menggarap sawahnya itu saat musim hujan telah reda, seperti saat ini.

“Sekarang musim sulit diprediksi. Saat ini sebenarnya sudah masuk kemarau, tetapi masih sering turun hujan dengan intensitas tinggi. Jadi, genangan di sawah Jambean Kidul sulit surut dan justru semakin bertambah,”tambahnya.

Kondisi ini menjadikan petani mengalami kerugian. Mengingat, sebagian dari lahan tergenang telah digunakan untuk persemaian dan sebagian lagi sudah ditanami padi. Usia persemaian antara satu hingga 14 hari dan padi muda baru ditanam sekitar satu pekan.

Baca juga: Hasil Panen Menurun Petani Tembakau Di Temanggung Tetap Pertahankan Kualitas

Kamelan menjelaskan, kalau tidak ada hujan lagi dan debit Sungai Juwana menyusut maka genangan dapat surut paling dua pekan hingga satu bulan. Melihat kondisi itu, musim tanam akan mundur.

“Jika tanam padi mundur, yakni mulai Juni, hasilnya tidak dapat dipastikan karena perkiraan panennya pada September. Biasanya, antara Juli hingga Oktober di daerah kami mengalami krisis air untuk pertanian,” ungkapnya.

Genangan di sebagian area sawah Jambean Kidul, lanjut dia, penyebab utamanya lantaran limpasan air Sungai Juwana. Aliran air di alur Jambean Kidul tersendat karena terhambat oleh sedimentasi pada alur di bawahnya. Alur tersebut berada di Desa Ngawen dan Jimbaran, Kecamatan Margorejo. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*