
JoSS, KLATEN – RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro (RSST) untuk kali pertama melakukan operasi penyakit trigeminal neuralgia. Operasi ini berlangsung sukses, hingga pasien tak perlu masuk ruang ICU.
Wisnu Baskoro, selaku ketua tim mengatakan operasi berhasil dilakukan pekan lalu terhadap satu pasien. ” Lega sebab tidak perlu masuk ICU meskipun risikonya tinggi,” jelasnya, sesuai yang dilansir dari suaramedeka.com, Sabtu (4/5).
Dia menambahkan, RSST baru sekali ini melakukan tindakan operasi bedah saraf mikro pada pasien dengan penyakit trigeminal neuralgia menggunakan teknik microvascular decompresi (MVD).
Trigeminal neuralgia gejalanya ditandai dengan nyeri mendadak pada satu sisi wajah. Nyeri bisa datang dan pergi secara tiba tiba dan dirasakan seperti tertusuk atau tersengat listrik pada satu sisi wajah tempat persarafan dari saraf trigeminal (nervus V).
Trigeminal neuralgia merupakan nyeri wajah yang jarang terjadi sebab kasus berkisar 6 sampai 8 dari 100.000 orang. Pasien dengan trigeminal neuralgia seringkali datang dengan skala nyeri sangat hebat skala nyeri 9-10 dan sangat mengganggu aktivitas.
Baca juga: Pasien BPJS di RSUP Sardjito Kini Tak Perlu Mengantre
Nyeri itu, lanjut Wisnu, dapat dipicu oleh aktivitas tertentu seperti mencuci muka, menggosok gigi, dan terkenan angin/AC, namun bisa juga timbul tanpa pemicu. Penyebabnya karena adanya faktor iritasi mekanik pada saraf trigeminal di daerah batang otak yang biasanya paling sering karena suatu jepitan pembuluh darah dan tumor.
Pasien yang ditanganinya sudah empat tahun mengidap. Selama itu hanya diberi obat antinyeri namun tidak sembuh. Setelah dicek ternyata jepitan pembuluh darah di otak. Operasi mikrovaskular dekompresi menggunakan mikroskop khusus yang menjangkau batang otak sehingga visualiasi anatomis batang otak beserta struktur saraf dan pembuluh darah terlihat jelas.
Namun memiliki risiko tinggi karena tidak boleh ada sedikit pun cedera pada batang otak otak sehingga memerlukan ketelitian dan akurasi yang tinggi. (nug/lna)

Leave a Reply