Lahan Pondok Persada Dilirik Investor Untuk Waterboom

Lahan Pondok Persada
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SOLO – Lahan Pondok Persada Bengawan dilirik investor untuk dibuat semacam waterboom atau sejenisnya.

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan, siapapun yang memegang bekas lahan di Kecamatan Jebres itu dapat memberi manfaat kepada masyarakat Kota Solo.

Contoh sederhananya adalah memberikan lapangan kerja, khususnya untuk masyarakat sekitar. Selain itu juga turut membantu mengembangkan potensi yang dimiliki pemkot di wilayah tersebut.

“Ada kabar kalau di sana sudah dilirik calon investor untuk lokasi waterboom atau sejenisnya. Mungkin investasi di PPB bisa mengangkat pamor TSTJ (Taman Satwa Taru Jurug), atau sebaliknya. Tergantung bagaimana marketing TSTJ melakukannya,” katanya, seperti dirilis Jawapos.com.

Satu investor, lanjut Rudy, menyatakan kesiapannya untuk membangun wahana permainan air senilai 60 miliar. Pemkot memberikan jangka waktu kontrak selama 30 tahun dengan sistem bagi hasil.

Baca juga: Optimalisasi Kereta Uap Jaladara Didukung, Asal Jangan Gratis

Selain itu pemkot mendapatkan kontribusi tetap dan pajak lainnya dari investor. Rencananya waterboom akan segera dibangun pada Agustus mendatang.

“Mudah-mudahan bisa mendongkrak angka kunjungan di TSTJ juga,” imbuhnya.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Yosca Herman Soedrajat menambahkan, selain keuntungan finansial, waterboom yang akan dibangun di lahan hak pakai (HP) pemkot itu digadang-gadang menghasilkan efek berantai.

Seperti penyerapan tenaga kerja, potensi nilai tawar kawasan, kenaikan harga lahan di sekitarnya, serta potensi pendapatan asli daerah (PAD).

“Mereka (investor) mengatakan BEP (break event point) setelah 13 tahun. Tapi pada tahun pertama berani memberi kontribusi, tahun kedua bagi hasil. Jika ditotal, rata-rata pemasukan untuk pemkot minimal Rp 750 juta per tahun, naik sesuai inflasi,” terangnya.

Yosca menyebut investor yang akan menggarap waterboom memiliki pengalaman mengelola wahana yang sama di lima lokasi. Antara lain di Jakarta, Bogor dan Bekasi. Jika rencana investasi terwujud, bukan tak mungkin waterboom di belakang Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) itu menjadi taman air terlengkap se Jawa Tengah. (Wiek/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*