KPU Jatim Targetkan Penghitungan Suara Rampung Lima Hari

JoSS, SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim melakukan rekapitulasi suara tingkat provinsi mulai hari ini. Mereka menargetkan, penghitungan suara bisa rampung dalam waktu lima hari.

Ketua KPU Jatim, Choirul Anam mengatakan, hari ini ada tujuh kabupaten atau kota yang akan direkap.

“Untuk hari ini kita persiapkan ada tujuh kota yang akan kita lakukan proses rekap. Mulai Kota Pasuruan, Kota Madiun, Kota Probolinggo, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Batu, Kota Mojokerto,” kata Anam ditemui saat rekapitulasi di Hotel Singgasana Surabaya, seperti yang dilansir detiknews.com, Minggu (5/5).

Anam menambahkan, dalam lima hari ke depan, rata-rata dalam sehari pihaknya akan menjadwalkan delapan kabupaten dan kota untuk direkap suaranya. Delapan kota ini ditargetkan selesai dalam sehari.

Baca juga: KPU Jawa Barat Pastikan Tak Ada PSU

“Untuk besok jadwal ada delapan kabupaten/kota. Rata-rata per hari delapan,” lanjutnya.

Sementara itu, Anam mengatakan, tidak menutup kemungkinan proses rekapitulasi berjalan lebih cepat. Untuk itu, pihaknya berharap agar proses ini bisa berjalan lancar sesuai target.

“Tidak harus lima hari harus selesai, kalau tiga hari selesai ya kita lakukan tiga hari. Kalau lebih cepat lebih baik dengan tetap memperhatikan ketelitian,” imbuh Anam.

“Harapan kami, proses rekapitulasi bisa berlangsung dengan lancar aman dan kondusif. Karena tugas kita di Provinsi ini melakukan rekap di kabupaten atau kota,” harapnya.

Sebelumnya, KPU di 38 kabupaten dan kota di Jatim telah melakukan proses penghitungan suara. Hasil suara yang terkumpul selanjutnya dikumpulkan untuk direkap dalam tingkat provinsi.

Sebelum proses rekapitulasi, Anam juga mengajak para peserta pertemuan untuk mendoakan penyelenggara pemilu yang meninggal dunia.

Terkait jumlah petugas yang meninggal di Jawa Timur, Anam menjelaskan bahwa, baik dari kelompok PPS, KPPS, PPK, hingga linmas, mencapai 88 jiwa.

“Kami juga ikut berduka. Ada 88 petugas, baik PPK, hingga pengawas, gugur saat pelaksanaan tugas maupun pasca acara. Kami meminta waktu untuk berdoa bersama,” kata Anam yang sebelumnya juga Komisioner KPU Surabaya ini.

Sontak para peserta pertemuan lantas menundukkan kepala untuk memanjatkan doa.

“Kami tahu, bukan hanya petugas, saksi partai juga mungkin ada yang meninggal. Semoga mereka yang gugur diampuni dosanya. Amalnya diterima. Kelurga diberikan ketabahan,” pungkasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*