Jembatan Progo dan Galeh Buka Jalur Lintas Bagian Tengah Jateng

Peresmian Jembatan Kali Progo yang menghubungkan antara Kecamatan Kranggan dengan Kecamatan Temanggung ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Temanggung Muhamad Al Khadziq, Selasa (21/05/2019) | Foto: twitter Humas Res Temanggung

JoSS, TEMANGGUNG – Bupati Temanggung, M Al Khadziq mengatakan, beroperasinya Jembatan Progo dan Jembatan Galeh diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas di jalur tengah Jawa Tengah, terutama saat musim arus mudik. Termasuk memperlancar arus lalu lintas barang, jasa, juga lalu lintas orang yang semakin padat melewati Kabupaten Temanggung.

Ia menuturkan selain kedua jembatan ini  masih ada beberapa yang sangat vital untuk dikerjakan di Kabupaten Temanggung. Yaitu pelebaran jalan sekitar 500 meter setelah Jembatan Progo, yang saat ini masih sempit sampai Jembatan Paponan.

“Setelah itu sudah empat  lajur sampai masuk kota Temanggung, masih ada juga persoalan jalan nasional dari Maron sampai Sariayam yang juga masih sangat sempit,” kata Khadziq, seperti yang dilansir dari Antara, Selasa (21/5).

Kemudian jembatan Sungai Kuas yang merupakan jembatan tua dan ada keperluan juga membuat sodetan jalan lingkar Walitelon masuk ke jalan Kedu.

Baca juga: Warga Temanggung Rintis Agrowisata Kelengkeng

“Selain itu kita juga perlu jalan lingkar Parakan yang sekarang setiap hari sudah semakin padat dan diperkirakan tahun 2021 sudah macet di setiap harinya,” tambahnya.

Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional VII Semarang, Ahmad Cahyadi mengatakan,  lintas tengah ini sangat penting selain jalur komoditas juga arus barang dan manusia, baik dari Jawa Barat , Jawa Tengah sampai ke Semarang dan seterusnya.

Ia menuturkan Kementerian Pekerjaan Umum memperhatikan dengan lintas-lintas yang ada ini dan akan terus ditumbuhkembangkan.

Jembatan Progo dan Galih dibangun dengan dana APBD senilai Rp 19,3 miliar belum termasuk rangkanya. Ia mengatakan kalau rangkanya dihitung nilainya Rp 4,3 miliar, jadi total dana untuk membangun dua jembatan tersebut Rp 23,6 miliar.

Setelah rampung pembangunannya, dilakukan simulasi beban lalu lintas tersebut  untuk mengetahui lendutan bentangan jembatan, apakah ada perilaku lain dari jembatan. Misalnya terjadi retak atau baut kendor perlu dicek ulang. (nug/lna) 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*