Buntut Perselisihan AS-China, Inggris dan Jepang Tunda Peluncuran Produk Huawei

JoSS, LONDON – Perusahaan telepon seluler Inggris dan Jepang mengatakan, mereka menunda rencana untuk menjual perangkat baru Huawei. Hal itu terkait perselisihan terbaru atas pembatasan teknologi AS yang ditujukan untuk perusahaan China itu.

Dikutip dari VOA, jaringan seluler EE dan Vodafone dari Inggris serta KDDI dan Y! Mobile milik Jepang mengatakan, mereka akan menghentikan peluncuran telpon pintar Huawei, termasuk beberapa yang dapat digunakan pada jaringan seluler generasi berikutnya, di tengah-tengah ketidakpastian tentang perangkat dari pembuat telpon pintar nomor 2 di dunia itu.

Pemerintah AS minggu lalu membatasi penjualan teknologi ke pemasok peralatan telekomunikasi China karena risiko keamanan yang dituduhkan, meskipun perusahaan telkom mendapat tenggang waktu 90 hari untuk mencari pemasok lain. Larangan penjualan itu adalah bagian dari perang dagang yang meluas antara AS dan China.

Pembuat chip ponsel Inggris, Arm mengatakan secara terpisah bahwa pihaknya mematuhi aturan AS, setelah BBC melaporkan mereka menangguhkan bisnis dengan Huawei, sebuah langkah yang menghambat kemampuan perusahaan teknologi China itumemproduksi chip untuk perangkat barunya.

Menanggapi boikot AS itu, pendiri perusahaan telekomunikasi raksasa Huawei mengesampingkan keputusan Amerika untuk memasukkan perusahaannya dalam daftar hitam karena alasan Huawei mengancam keamanan nasional Amerika.

Baca juga: Peringati 40 Tahun China-AS, Ini Harapan Xi Jinping dan Trump

Dalam serangkaian wawancara dengan berbagai media pemerintah hari Selasa (21/5), Ren Zhengfei mengatakan tindakan pemerintahan presiden Amerika Donald Trump itu meremehkan kemampuan nyata perusahaannya untuk terus beroperasi dan mengembangkan generasi mendatang teknologi ponsel yang secara umum disebut 5G.

Perintah pekan lalu itu akan membatasi transfer perangkat keras, perangkat lunak dan layanan Huawei pada masa mendatang, yang kemungkinan akan membatasi ekspansi perusahaan China itu secara global dan upaya-upayanya untuk mengambil alih posisi perusahaan Korea Selatan Samsung sebagai produsen ponsel pintar terbesar di dunia.

Produsen ponsel pintar terbesar kedua di dunia ini mengalami pukulan besar hari Senin, sewaktu mesin pencari Amerika, Google, mengumumkan akan melarang Huawei mendapat akses ke sistem operasi Android yang populer, untuk memenuhi perintah larangan itu.

Layanan Google telah dilarang di China. Para analis menyatakan dampak pembatasan penjualan teknologi itu mungkin lebih banyak pada penjualan internasional Huawei, membuat ponselnya kurang menarik bagi para pelanggan jika mereka tidak memiliki fitur-fitur Google. Tahun lalu, Huawei menjual hampir separuh produksi 208 juta ponsel pintarnya ke luar negeri, dan selebihnya di China. (lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*