Angkat Tema Ngrumati Bebrayan, Pesta Rakyat Jateng Akan Dipusatkan di Wonogiri

pesta rakyat
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng N  Rachmadi | Foto: google

JoSS, SEMARANG, – Pesta Rakyat Jateng dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Jawa Tengah,  mengangkat tema: Ngrumati Bebrayan atau merawat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Pesta Rakyat Jateng ini akan dipusatkan di Wonogiri pada 23-25 Mei 2019.

“Kegiatan mendatang bertujuan agar masyarakat dapat lebih mengenal dan mengelola potensi serta keanekaragaman budaya daerah sehingga dapat menumbuhkan kembali rasa cinta dan bangga terhadap Jateng,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng N  Rachmadi, seperti yang dilansir dari Antara, Rabu (8/5).

Selain itu juga mendukung terwujudnya visi misi Gubernur Jawa Tengah 2018-2023 yakni menuju Jawa Tengah sejahtera dan berdikari, kuat dan tetap  mboten korupsi, mboten ngapusi.

Ia menjelaskan bahwa Pesta Rakyat Jateng 2019 mempunyai konsep utama yaitu responsif, kompetitif, inovatif, dan kreatif. Penjabaran konsep utama dalam kegiatan pesta rakyat diwujudkan dalam berbagai kelompok kegiatan secara terintegrasi dan langsung menyentuh masyarakat.

Baca juga: Slank Dituduh ‘Makan Duit Rakyat’ Lantaran Tampil di Apel Kebangsaan

“Yakni dengan menampilkan berbagai atraksi kesenian dan kebudayaan, promosi, informasi pemasaran, perdagangan, ketenagakerjaan pariwisata, kreativitas, sportivitas kepemudaan, keolahragaan, serta gotong royong,” terangnya.

Berbagai kegiatan diselenggarakan mulai “pre event” atau tanggal 18-22 Agustus, “during event” (23-25 Agustus) hingga “post event” (26-31 Agustus) seperti seminar atau sosialisasi mengenai nilai-nilai sejarah perjuangan bangsa, pelatihan kerja bagi para pelaku usaha ekonomi kreatif, pameran produk kerajinan, bursa kerja, penjualan sembako bersubsidi lomba desain motif batik bagi umum, dan pelajar.]

“Juga ada lomba melukis tong sampah, lomba mural stadion, kegiatan memungut sampah di kawasan kota dan menanam pohon minimal 1.000 batang. Selain itu juga Dekranasda Carnival, pagelaran ketoprak, pameran hasil karya Panti Pelayanan Sosial,” pungkasnya. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*