JoSS, UKRAINA – Komedian Volodymyr Zelensky memenangkan pemilihan presiden Ukraina dengan mengalahkan calon petahana, Presiden Petro Poroshenko dengan raihan 73,2% suara melawan 25,3%, menurut hasil exit poll atau jajak pendapat usai pemilihan.
Memang surat suara belum dihitung oleh Komisi Pemilihan Umum Ukraina, tetapi hasil pemungutan suara itu mengkonfirmasi hasil putaran pertama pemilihan yang diadakan tiga minggu lalu.
Poroshenko mengakui kekalahan pada satu konferensi pers setelah jajak pendapat diumumkan. Dia mengatakan siap membantu presiden baru mempersiapkan peran menjelang pengumuman resmi hasil pemilihan dan pelantikannya.
“Bulan depan, saya akan meninggalkan kantor kepala negara dan ini adalah keputusan mayoritas orang Ukraina. Saya menerima keputusan ini, tetapi saya ingin menegaskan bahwa saya tidak meninggalkan politik. Saya akan berjuang untuk Ukraina, “katanya sebagimana dikutip Reuters, Senin (22/4).
“Tim saya dan saya siap mendukung presiden dalam segala hal yang membuat Ukraina dekat dengan Eropa dan NATO. Saya siap untuk menghabiskan waktu tanpa batas untuk membantu presiden baru mempercepat proses tersebut, “kata Poroshenko.
Sedangkan Zelensky berjanji kepada pendukungnya untuk tidak mengecewakan mereka.
Baca juga: Setelah Mengkudeta Presiden, Rakyat Sudan Tolak Pimpinan Militer
“Walaupun saya belum secara resmi menjadi presiden, sebagai warga negara Ukraina saya dapat memberi tahu semua negara pasca-Soviet: Lihatlah kami! Segalanya mungkin!” Tegasnya.
Zelenskiy sering tampil sebagai presiden dalam acara satire televisi, yang diberi judul Pelayan Rakyat. Dalam acara itu, karakter yang diperankan Zelenskiy adalah sosok rakyat biasa yang kemudian menjadi presiden dengan janji memberantas korupsi.
Sosok Zelenskiy dilaporkan sebagai antitesis politisi konvensional. Dia tak pernah menggelar rapat akbar dan banyak memberikan wawancara kepada media.
Para pengamat sulit membaca pandangan politiknya, selain apa yang digambarkan sebagai “figur segar dan berbeda”.
Dia banyak memanfaatkan media sosial untuk menjangkau para pemilih muda. Zelenskiy juga tak sungkan untuk menggunakan bahasa Rusia, yang dalam periode saat ini dianggap hal yang sensitif di Ukraina.
Namun, sikapnya itu membuat dirinya mendapat dukungan luas di kawasan timur, yang banyak didiami oleh warga berbahasa Rusia.
Sedangkan, Poroshenko menggambarkan proyeksi perolehan suara 17% sebagai “pelajaran pahit”.
Kementerian Dalam Negeri mengatakan mereka menerima laporan ratusan pelanggaran pemilu, namun para pemantau asing berpendapat secara umum pemilu berlangsung lancar. (lna)

Leave a Reply