
JoSS, SOLO – Pemerintah pusat meninjau langsung kondisi Pasar Klewer Timur yang telah dirobohkan pada 2017 lalu itu untuk memastikan kondisi riil sebagai gambaran pembangunan pasar tersebut yang bakal dilakukan pada tahun ini.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo, Subagiyo saat mendampingi kunjungan tersebut mengatakan pejabat Kementerian Perdagangan dan Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) itu mendatangi lokasi pembangunan Pasar Klewer Timur.
Dia menambahkan, hasil tinjauan lapangan nantinya dicocokkan dengan detail engineering design (DED). Kunjungan ini juga untuk menghitung potensi pendapatan ekonomi yang dihasilkan pasar.
“Pembangunan Pasar Klewer Timur dibiayai pemerintah pusat, jadi kedua kementerian itu melihat kondisi lapangan dan mencocokkan dengan gambar. Setelah itu dievaluasi kalau masih ada kekurangan. Mereka juga menghitung potensi yang dihasilkan pasar,” kata Subagiyo, seperti yang dilansir solopos.com, Kamis (10/4).
Menurut dia, kunjungan tersebut juga dilakukan untuk menghitung kembali kebutuhan anggaran. Kemudian menyusun rencana lelang dan pembangunan kontruksinya. Sebelumnya, kebutuhan anggaran pembangunan pasar dua lantai berkonsep hijau tersebut sekitar Rp 58 miliar. Angka akhirnya menunggu keputusan kedua kementerian itu.
Baca juga: Sidak Tempat Penjualan Ikan Pasar Nusukan, DLH Solo Temukan Ini
“Setelah tinjauan, Pemkot tinggal menunggu persetujuan kemudian lelang bisa dimulai. Pada awal Juni, kita rencanakan peletakan batu pertama,” kata dia.
Sebagai informasi, sebulan lalu Kementerian PUPR telah merevisi DED Pasar Klewer Timur. Setelah sebelumnya, revisi menyasar efisiensi biaya dan konsep pasar hijau, koreksi pada Maret itu dilakukan pada aksesori tambahan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tak lagi memperpanjang sewa Alun-alun Utara Keraton Solo untuk pasar darurat. Masa kontrak bakal selesai pada November mendatang. Keputusan itu diambil lantaran Pemkot optimistis pembangunan Pasar Klewer Timur selesai tahun ini.
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, menyebut selagi menunggu masa sewa Alun-alun Utara habis, Pemkot akan membongkar sebagian kios yang tidak digunakan.
Sejak ribuan pedagang mulai menempati kios permanen Pasar Klewer Barat pada 2017, kios-kios darurat di sisi timur alun-alun dibiarkan kosong. Ratusan pedagang Pasar Klewer Timur hanya menempati kios darurat di sisi barat alun-alun.
Rangka bangunan pasar darurat tersebut bakal dimanfaatkan untuk sejumlah program, di antaranya pembangunan tempat parkir dan selter pedagang pasar. (lna)

Leave a Reply