PPDB 2019 Mengacu Pada Zonasi, Bukan Pada Nilai

ppdb 2019
Ilustrasi | Foto: google

JoSS, SOLO – Nilai hasil ujian akhir siswa SD dan SMP Kota Solo bukan menjadi faktor utama penentu dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019. Jadi  hanya mengacu pada jarak antara wilayah rukun tetangga (RT) dengan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Solo, Etty Retnowati mengatakan sekolah akan memprioritaskan siswa yang lebih dekat ke sekolah meski pun ada siswa lain yang nilanya lebih bagus, tetapi rumahnya lebih jauh.

Dia memastikan meski kedua siswa tersebut masih dalam satu zona, jarak antara rumah dan sekolah lah yang dipertimbangkan, bukan nilai.

“Yang diterima yang dekat sekolah. Nantinya 90 persen siswa baru diperoleh dari jalur zonasi, lima persen dari jalur prestasi, dan lima persen lainnya karena faktor perpindahan. Bagi siswa yang nilainya bagus bisa mengikuti seleksi PPDB 2019 melalui jalur prestasi,” kata Etty.

Kabar soal aturan zonasi PPDB 2019 untuk jenjang SD dan SMP itu menuai beragam respons masyarakat. Sejumlah masyarakat berpendapat, aturan tersebut tidak adil. Bahkan, ada masyarakat yang membandingkan peraturan sekolah di zaman dulu dan sekarang.

Baca juga: PPDB 2019 di Jateng Diusulkan Tak Lagi Pakai SKTM

“Harus banget ya min, cuma cari sekolah harus beli tanah? Bagus sekolah swasta favorit. Seleksi pakai nilai tes. Enggak pakai zonasi, bahkan sudah banyak yang tutup karena kuota sudah penuh. Padahal belum UN,” kata akun instagram @riaaysifa, seperti yang dilansir dari solopos.com, Senin (8/4).

“Dulu pas zamanku mau sekolah harus berkompetisi. Mau masuk sekolah favorit kudu belajar yang giat. Sekarang kok jarak menentukan, bukan prestasi. Tapi, ya enggak tahu juga. Siapa tahu program sekarang bisa mengangkat sekolah yang kurang bagus. Dan semoga fasilitas setiap sekolah sama,” imbuh akun instagram @serly6036. .

“Kok rasanya lebih gagah anak sekolahan zaman dulu. Berjuang mati-matian biar bisa masuk sekolah unggulan. Apalagi yang di luar kota, karena nilainya dikurangi. Lha sekarang, enggak ada sekolah unggulan, karena dianggap sama. Gimana membangkitkan semangat belajar biar jadi orang pintar dan bisa masuk sekolah unggulan?” tanya akun instagram  @noer.ainun..

Enggak harus pintar duluan, yang penting rumah dekat sekolahan,” imbuh akun instagram @benyglen. (nug/lna)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*