JoSS, SEMARANG – Kawasan Kota Lama Semarang terus berbenah. Saat ini, pihak kontraktor terus mengebut pembangunan di sejumlah ruas jalan di Kota Lama.
Kota Lama yang kini masih dalam tahap pembangunan ini nantinya akan dikonsep menjadi kawasan yang lebih hijau.
Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L), Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, meski akan dibuat lebih hijau Kota Lama akan tetap terkonsep sebagai kawasan cagar budaya.
Hanya saja, pihaknya akan mempercantik dengan berbagai tanaman dan pohon peneduh. Sehingga, Kota Lama yang selama ini panas akan terasa lebih rindang dan terlihat hijau.
“Kota lama nantinya menjadi world herritage jadi kami tidak boleh mengubah konsep yang ada. Kami hanya menambah cantik saja. Ada lanscapingnya, bunga-bunga, pot, dan pohon-pohon besar sepanjang kota lama,” jelas Ita, sapaan Ketua BPK2L, Jumat (19/4) seperti dirilis Tribunjateng.com.
Adapun tanaman yang akan ditanam di sepanjang jalan Kota Lama, beber Ita, adalah tanaman yang estetikanya bagus dan tahan panas. Pihak Corporate Social Responsibility (CSR) nantinya akan membantu menyediakan tanaman tersebut.
Selain itu, ruas jalan juga akan dipasang dengan lampu yang disesuaikan dengan konsep Kota Lama.
Baca juga: Penggratisan SD dan SMP Swasta Semarang Perlu Kajian Mendalam
Ada dua jenis lampu yang akan dipasang, yakni lampu jalan yang berada pada tiang-tiang dan lampu yang menempel disejumlah dinding gedung.
Sejumlah ruas jalan dipasang batu andesit, sedangkan seluruh ducting kabel dikonsep berada di bawah tanah.
“Diharapkan ketika orang masuk ke kawasan Kota Lama bisa merasakan suasana yang menyatu antara desain jalan infrastruktur, gedung-gedung, iramanya sama,” tutur Ita.
Dia menambahkan, pembangunan cagar budaya Kota Lama diharapkan bisa segera selesai lantaran sudah banyak masyarakat yang mengeluhkan hal ini.
Dia menargetkan, pembangunan Kota Lama terutama Jalan Letjen Suprapto rampung April ini. Terkait dengan peresmian, Ita masih menunggu kabar dari Kementrian PUPR. (Wiek/lna)

Leave a Reply